alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Masalah Finansial, PSISra Sragen Belum Kepikiran Liga 3

SRAGEN – PSISra Sragen sepertinya kembali absen di kancah Liga 3 Zona Jawa tengah musim ini. Kendalanya apalagi kalau bukan finansial. Sebab, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sragen pilih fokus pembinaan pemain. Dibanding terjun di kompetisi profesional.

Sejatinya, Bumi Sukowati memiliki banyak pemain ternama di lapangan hijau. Ambil contoh el capitano Persis Solo Ekky Taufik. Termasuk Roni Sugeng yang kini masih berseragam Persikabo 1973 (dulu PS TNI).

Sangat disayangkan, banyaknya talenta potensial tersebut tak memacu minat Askab PSSI Sragen, membawa PSISra terjun di Liga 3.

“Kami berharap pemain asli Sragen bisa berkembang di klub luar. Semoga kulitasnya bisa terpantau. Untuk saat ini, kami belum bisa memaksakan PSISra Sragen ikut kompetisi (Liga 3) karena sulitnya pendanaan. Dana dari pemerintah (anggaran yang turun) tak banyak untuk olahraga. Sebagian besar fokus untuk penanganan Covid-19,” terang Ketua Askab PSSI Sragen Supriyadi kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (21/7).

Ogah tampil di Liga 3, Askab PSSI Sragen membidik kompetisi kelompok umur. Tepatnya di ajang Piala Soeratin U-18 zona Jateng. Rencananya, kompetisi tersebut bakal digulirkan September mendatang. Menyusul Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng di Pati, tahun depan.

“Saat ini kami masih fokus jenjang pembinaan. Kami ingin melahirkan banyak pemain potensial. Dengan harapan bisa dilirik klub besar ke depannya. Kami juga optimistis puluhan SSB (sekolah sepak bola) di Sragen bisa melahirkan banyak bibit-bibit potensial dari hasil binaannya,” ujarnya. (nik/fer)


SRAGEN – PSISra Sragen sepertinya kembali absen di kancah Liga 3 Zona Jawa tengah musim ini. Kendalanya apalagi kalau bukan finansial. Sebab, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sragen pilih fokus pembinaan pemain. Dibanding terjun di kompetisi profesional.

Sejatinya, Bumi Sukowati memiliki banyak pemain ternama di lapangan hijau. Ambil contoh el capitano Persis Solo Ekky Taufik. Termasuk Roni Sugeng yang kini masih berseragam Persikabo 1973 (dulu PS TNI).

Sangat disayangkan, banyaknya talenta potensial tersebut tak memacu minat Askab PSSI Sragen, membawa PSISra terjun di Liga 3.

“Kami berharap pemain asli Sragen bisa berkembang di klub luar. Semoga kulitasnya bisa terpantau. Untuk saat ini, kami belum bisa memaksakan PSISra Sragen ikut kompetisi (Liga 3) karena sulitnya pendanaan. Dana dari pemerintah (anggaran yang turun) tak banyak untuk olahraga. Sebagian besar fokus untuk penanganan Covid-19,” terang Ketua Askab PSSI Sragen Supriyadi kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (21/7).

Ogah tampil di Liga 3, Askab PSSI Sragen membidik kompetisi kelompok umur. Tepatnya di ajang Piala Soeratin U-18 zona Jateng. Rencananya, kompetisi tersebut bakal digulirkan September mendatang. Menyusul Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng di Pati, tahun depan.

“Saat ini kami masih fokus jenjang pembinaan. Kami ingin melahirkan banyak pemain potensial. Dengan harapan bisa dilirik klub besar ke depannya. Kami juga optimistis puluhan SSB (sekolah sepak bola) di Sragen bisa melahirkan banyak bibit-bibit potensial dari hasil binaannya,” ujarnya. (nik/fer)

Populer

Berita Terbaru