alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Eks Pemain PSIM Jogja Akhirnya Meminta Maaf ke Pemain Persis Solo

RADARSOLO.ID – Pada 21 Oktober dua tahun lalu, Persis Solo sukses menang dalam derby Mataram atas PSIM Jogja dengan skor akhir 3-2. Laga di Liga 2 2019 tersebut begitu spesial karena diraih di Stadion Mandala Krida yang jadi markas PSIM.

Ada kisah kontrofersial yang muncul dalam laga sarat gengsi tersebut, dimana Bek PSIM Achmad Hisyam Tolle melakukan tendangan kungfu ke arah badan gelandang Persis Solo M. Shulton Fajar.

Saat itu Tolle baru dikartu merah wasit, mungkin karena masih jengkel dengan provokasi yang dilakukan oleh Shulton selama pertandingan, dia lampiaskan dari arah luar lapangan.

Aksi brutalnya tak hanya dilakukan di tengah lapangan. Setelahnya, dia mendatangi salah seorang jurnalis yang memoto momen tersebut, kemudian meminta foto tendangan kungfunya dihapus.

Tendangan kunfunya itu sendiri berujung panjang. Ini membuat pihak Komdis akhirnya memberi Tolle sanksi cukup sadis.

Dia dilarang berkecimpung di dunia sepakbola selama lima tahun. Jika tak ada revisi dia bisa kembali bermain di kompetisi profesional pada 2024 mendatang.

Tolle ternyata tak pernah lupa kejadian tersebut, Menariknya kemarin dia diketahui melakukan DM ke Instagram M. Shulton (Shultonfajar87). Tolle mengakui kesalahannya.

“Assalamu’alaikum lur. Saya Tolle, mau minta maaf atas kejadian 2 tahun lalu ya. Tepat hari ini hehe. Sampaikan juga permohonan maaf saya buat suporter Persis Solo, sehat selalu dan sukses buat karir Kami. Sukses juga buat Persis Solo. Sepurane yo lur,” ujar Tolle.

Shulton ternyata membalasnya dengan ungkapan minta maaf serupa. “Walaikumsalam lur. Ia lur saya juga minta maaf atas kejadian waktu itu. Sehat selalu dan sukses buat kamu lur,” Ungkap Shulton.

Potongan chat tersebut di-screenshot Shulton, dan diunggahnya di story IG pribadinya.

Saat ini Tolle ternyata telah pulang kampung ke Makassar. Dia kemudian mencoba mendapatkan pendapatan dengan ikut tarkam.

Hisyam Tolle mengakui sempat di-banned dalam tarkam. ”Waktu saya ikut tarkam, banyak warga yang protes. Mereka tidak ingin pemain yang pernah melakukan tendangan kungfu seperti saya ikut bermain,” tutur mantan pemain PSS Sleman itu.

Dia kemudian mulai menjajal peruntungan di dunia kuliner. Awal 2020, Hisyam sempat membuka warung kopi di Makassar. Awalnya, warkop miliknya ramai. Sayang, kondisi itu tidak bertahan lama.

”Sejak ada pandemi (warung kopi) malah sepi. Apalagi sempat ada lockdown. Sekarang warkop sudah saya tutup,’’ ungkap pemain yang berposisi sebagai stoper itu.

Saat kondisi kian memburuk, dia nekat kembali mengikuti tarkam. Beruntung, kali ini Hisyam tidak di-banned lagi. Karena kejadian tendangan kungfu sudah lama berlalu, banyak yang sudah melupakan aksinya itu.

Dia sudah diterima baik. Kemudian bergabung dalam salah satu tim untuk mengikuti tarkam. Dari bayaran tarkam itulah kini Hisyam menghidupi kedua orang tuanya.

”Alhamdulillah, walaupun sedikit, tapi tetap ada pemasukan,” ungkapnya.

Masalahnya, saat sanksi dari PSSI tuntas, usia Hisyam sudah memasuki 30 tahun. Ternyata terbesit dalam hatinya untuk kembali merumput di lapangan hijau sebagai pemain profesional.

”Saya masih ingin bermain di level tertinggi. Saya sadar tindakan saya dulu salah. Tidak ada pembenaran. Tapi, saya sekarang sudah menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi, saya berharap ada keringanan atas hukuman ini,” jelas Hisyam.

Toh, motivasinya kembali ke klub profesional sangat baik. ’’Meski saya belum punya istri, ada orang tua yang harus saya hidupi,’’ pungkasnya. (JPG/nik)

RADARSOLO.ID – Pada 21 Oktober dua tahun lalu, Persis Solo sukses menang dalam derby Mataram atas PSIM Jogja dengan skor akhir 3-2. Laga di Liga 2 2019 tersebut begitu spesial karena diraih di Stadion Mandala Krida yang jadi markas PSIM.

Ada kisah kontrofersial yang muncul dalam laga sarat gengsi tersebut, dimana Bek PSIM Achmad Hisyam Tolle melakukan tendangan kungfu ke arah badan gelandang Persis Solo M. Shulton Fajar.

Saat itu Tolle baru dikartu merah wasit, mungkin karena masih jengkel dengan provokasi yang dilakukan oleh Shulton selama pertandingan, dia lampiaskan dari arah luar lapangan.

Aksi brutalnya tak hanya dilakukan di tengah lapangan. Setelahnya, dia mendatangi salah seorang jurnalis yang memoto momen tersebut, kemudian meminta foto tendangan kungfunya dihapus.

Tendangan kunfunya itu sendiri berujung panjang. Ini membuat pihak Komdis akhirnya memberi Tolle sanksi cukup sadis.

Dia dilarang berkecimpung di dunia sepakbola selama lima tahun. Jika tak ada revisi dia bisa kembali bermain di kompetisi profesional pada 2024 mendatang.

Tolle ternyata tak pernah lupa kejadian tersebut, Menariknya kemarin dia diketahui melakukan DM ke Instagram M. Shulton (Shultonfajar87). Tolle mengakui kesalahannya.

“Assalamu’alaikum lur. Saya Tolle, mau minta maaf atas kejadian 2 tahun lalu ya. Tepat hari ini hehe. Sampaikan juga permohonan maaf saya buat suporter Persis Solo, sehat selalu dan sukses buat karir Kami. Sukses juga buat Persis Solo. Sepurane yo lur,” ujar Tolle.

Shulton ternyata membalasnya dengan ungkapan minta maaf serupa. “Walaikumsalam lur. Ia lur saya juga minta maaf atas kejadian waktu itu. Sehat selalu dan sukses buat kamu lur,” Ungkap Shulton.

Potongan chat tersebut di-screenshot Shulton, dan diunggahnya di story IG pribadinya.

Saat ini Tolle ternyata telah pulang kampung ke Makassar. Dia kemudian mencoba mendapatkan pendapatan dengan ikut tarkam.

Hisyam Tolle mengakui sempat di-banned dalam tarkam. ”Waktu saya ikut tarkam, banyak warga yang protes. Mereka tidak ingin pemain yang pernah melakukan tendangan kungfu seperti saya ikut bermain,” tutur mantan pemain PSS Sleman itu.

Dia kemudian mulai menjajal peruntungan di dunia kuliner. Awal 2020, Hisyam sempat membuka warung kopi di Makassar. Awalnya, warkop miliknya ramai. Sayang, kondisi itu tidak bertahan lama.

”Sejak ada pandemi (warung kopi) malah sepi. Apalagi sempat ada lockdown. Sekarang warkop sudah saya tutup,’’ ungkap pemain yang berposisi sebagai stoper itu.

Saat kondisi kian memburuk, dia nekat kembali mengikuti tarkam. Beruntung, kali ini Hisyam tidak di-banned lagi. Karena kejadian tendangan kungfu sudah lama berlalu, banyak yang sudah melupakan aksinya itu.

Dia sudah diterima baik. Kemudian bergabung dalam salah satu tim untuk mengikuti tarkam. Dari bayaran tarkam itulah kini Hisyam menghidupi kedua orang tuanya.

”Alhamdulillah, walaupun sedikit, tapi tetap ada pemasukan,” ungkapnya.

Masalahnya, saat sanksi dari PSSI tuntas, usia Hisyam sudah memasuki 30 tahun. Ternyata terbesit dalam hatinya untuk kembali merumput di lapangan hijau sebagai pemain profesional.

”Saya masih ingin bermain di level tertinggi. Saya sadar tindakan saya dulu salah. Tidak ada pembenaran. Tapi, saya sekarang sudah menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi, saya berharap ada keringanan atas hukuman ini,” jelas Hisyam.

Toh, motivasinya kembali ke klub profesional sangat baik. ’’Meski saya belum punya istri, ada orang tua yang harus saya hidupi,’’ pungkasnya. (JPG/nik)

Populer

Berita Terbaru