alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Sistem Masuk Stadion Manahan Perlu Jadi Perhatian

SOLO – Babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2020 di Stadion Manahan, mengundang animo cukup tinggi bagi publik bola Kota Bengawan. Tak ayal, stadion termegah di Jawa Tengah ini selalu full house. Terutama saat Persis Solo berlaga. Hanya saja, sistem masuk stadion masih jadi sorotan.

Sorotan utama tertuju pada antrean penonton yang hendak masuk ke dalam stadion. Penumpukan massa mengular di masing-masing gate. Calon penonton bahkan ada yang harus rela antre, hingga lebih dari 30 menit.

Antrean terjadi, lantaran sistem pengamanan ekstra yang diberlakukan panitia pelaksana (panpel) pertandingan. Di mana calon penonton harus menjalani dua kali pengecekan. Baik validitas tiket maupun barang bawaan.

“Saya pernah uyek-uyekan (berdesak), antre nonton Piala Presiden. Saat Persis Solo melawan PSS Sleman (Sabtu/11/6). Saya antre sekitar 25 menitan. Ternyata petugasnya kurang sepadan dengan jumlah penonton. Petugas tiket dan penggeledah barang bawaan terlalu sedikit,” kata eks Presiden DPP Pasoepati Mayor Haristanto.

Menurut Mayor, seharusnya panpel menambah jumlah petugas maupun akses masuk. Selain itu, juga menyediakan booth khusus penjual makanan dan minuman. Supaya memudahkan penonton untuk melepas dahaga dan membunuh lapar. Mengingat selama ini, penonton harus keluar-masuk stadion untuk sekadar makan dan minum.

“Apalagi suporter yang menyanyi. Pasti haus menonton selama pertandingan. Mestinya di dalam stadion ada semacam cafe mini. Setiap gate mestinya ada yang jualan minuman dan snack,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Manajemen Persis Solo mengaku banyak menerima aduan dari penonton. Nah, masukan ini yang akan dijadikan bahan evaluasi di laga-laga berikutnya.

“Kami selalu berusaha mengevaluasi diri dalam gelaran Piala Presiden. Banyak masukan soal tiket. Ada juga yang kesulitan membeli minum dan makanan. Kami selalu mencari solusi, agar semua pihak nyaman,” ujarnya Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona.

Bryan menambahkan, panpel juga telah menyediakan sejumlah fasilitas pendukung. Salah satunya musala, yang berada di sejumlah titik di bawah tribun.

“Ada banyak musala permanen. Ini untuk memfasilitasi penonton yang beragam muslim, dan hendak menunaikan ibadah salat,” terang Bryan. (nik/fer/dam)

SOLO – Babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2020 di Stadion Manahan, mengundang animo cukup tinggi bagi publik bola Kota Bengawan. Tak ayal, stadion termegah di Jawa Tengah ini selalu full house. Terutama saat Persis Solo berlaga. Hanya saja, sistem masuk stadion masih jadi sorotan.

Sorotan utama tertuju pada antrean penonton yang hendak masuk ke dalam stadion. Penumpukan massa mengular di masing-masing gate. Calon penonton bahkan ada yang harus rela antre, hingga lebih dari 30 menit.

Antrean terjadi, lantaran sistem pengamanan ekstra yang diberlakukan panitia pelaksana (panpel) pertandingan. Di mana calon penonton harus menjalani dua kali pengecekan. Baik validitas tiket maupun barang bawaan.

“Saya pernah uyek-uyekan (berdesak), antre nonton Piala Presiden. Saat Persis Solo melawan PSS Sleman (Sabtu/11/6). Saya antre sekitar 25 menitan. Ternyata petugasnya kurang sepadan dengan jumlah penonton. Petugas tiket dan penggeledah barang bawaan terlalu sedikit,” kata eks Presiden DPP Pasoepati Mayor Haristanto.

Menurut Mayor, seharusnya panpel menambah jumlah petugas maupun akses masuk. Selain itu, juga menyediakan booth khusus penjual makanan dan minuman. Supaya memudahkan penonton untuk melepas dahaga dan membunuh lapar. Mengingat selama ini, penonton harus keluar-masuk stadion untuk sekadar makan dan minum.

“Apalagi suporter yang menyanyi. Pasti haus menonton selama pertandingan. Mestinya di dalam stadion ada semacam cafe mini. Setiap gate mestinya ada yang jualan minuman dan snack,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Manajemen Persis Solo mengaku banyak menerima aduan dari penonton. Nah, masukan ini yang akan dijadikan bahan evaluasi di laga-laga berikutnya.

“Kami selalu berusaha mengevaluasi diri dalam gelaran Piala Presiden. Banyak masukan soal tiket. Ada juga yang kesulitan membeli minum dan makanan. Kami selalu mencari solusi, agar semua pihak nyaman,” ujarnya Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona.

Bryan menambahkan, panpel juga telah menyediakan sejumlah fasilitas pendukung. Salah satunya musala, yang berada di sejumlah titik di bawah tribun.

“Ada banyak musala permanen. Ini untuk memfasilitasi penonton yang beragam muslim, dan hendak menunaikan ibadah salat,” terang Bryan. (nik/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/