alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Sumusuping Rasa Jati, Spirit Persis Solo dalam Balutan Jersey

SOLO, Radar Solo – Sudah cukup lama Persis berkutat di kasta kedua Liga Indonesai. Koleksi trofi juara Persis yang tersimpan di Balai Persis juga sudah lama tak bertambah.

Trofi kampiun di kompetisi resmi terakhir yang direngkuh adalah juara Divisi II nasional 1994. Bahkan terakhir kali Persis ada di kasta tertinggi, dirasakan 14 tahun yang lalu. Tepatnya di kompetisi Divisi Utama 2007.

Nah, spirit kebangkitan coba digelorakan manajemen Persis, dalam mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini. Mengusung semangat Sumusuping Rasa Jati.

Demi membakar semangat pemain, tagline tersebut menempel di jersey baru. Di-launching secara virtual di akun Instagram resmi klub @persisofficial, tadi malam. Tepat pukul 19.23. Sesuai tahun kelahiran tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut.

“Saya memaknainya begini. Setiap kami masuk ke lapangan, rasa untuk berjuang demi lambang Persis Solo di dada sangat kuat. Itu yang saya maknai dari kalimat sumusuping rasa jati. Saat masuk lapangan, saya harus bertanggung jawab memikul harapan dan menjadi perwakilan masyarakat eks Karesidenan Surakarta,” kata Kapten Persis Solo Eky Taufik, kemarin (23/9).

Musim ini, Persis luncurkan tiga versi jersey. Baik home, away, dan jersey ketiga. Jersey kandang gunakan warna kebesaran merah. Lalu warna merah untuk jersey tandang. Sementara jersey ketiga dipilih warna putih.

Jersey utama merupakan visualisasi peta bersatu untuk perjuangan Laskar Sambernyawa. Kian elegan dengan sentuhan dibalut motif camo berupa peta daerah, kota, dan negara di bagian badan. Terinspirasi dari pendukung setia Persis yang tersebar di seluruh penjuru bumi.

Di bagian lengan, melekat corak aksara Jawa. Sebagai identitas kebudayaan Jawa. Menandakan bond kebanggaan wong Solo ini ikut nguri-uri budaya peninggalan leluhur.

“Jersey ini nyaman dipakai dan menimbulkan rasa bangga. Karena saya termausk pemain lokal. Jadi, saya merasa terhormat bisa pakai jersey Persis musim ini,” tegas Eky yang merupakan pemain asal Sragen tersebut.

Ketika skuad asuhan Eko Purdjianto tampil di kandang lawan, bakal kenakan jersey warna hitam. Dipadu padan dengan motif batik truntum. Simbol cinta tulus, abadi, dan subur berkembang (tumaruntum).

Makin terlihat garang dengan sentuhan motif burung phoenix di bagian pinggang. Sebagai manifestasi dari simbol kebangkitan Laskar Sambernyawa.
Desain jersey ketiga tak kalah elegan dengan warna dominan putih. Dipertegas motif batik keris banyu mili. Melambangkan air sebagai sumber kehidupan dengan memberi banyak manfaat bagi umat manusia.

“Saya suka ketiganya. Tapi yang paling berkesan, pasti warna merah. Karena menyimbolkan warna kebesaran Persis Solo. Melambangkan semangat yang membara,” tandasnya.

Tak ketinggalan, manajemen juga luncurkan tiga jersey kiper. Yakni warna biru, oranye, dan hitam. Khusus warna biru dan oranye, terdapat gambar ilustrasi patung Dwarapala. Mengandung filosofi sebagai penjaga pintu gerbang. Selayaknya penjaga gawang sebagai palang pintu terakhir di jantung pertahanan Persis.

Sementara itu, beberapa sponsor melekat di jersey baru musim ini. Tercatat lima sponsor terpampang di bagian depan. Sedangkan di bagian punggung, menempel dua nama sponsor.

Selain sumusuping rasa jati, juga menempel tagline #KawaldariRumah. Sebagai pesan untuk semua pendukung Laksar Sambernyawa. Supaya tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 dengan menonton pertandingan dari rumah. Termasuk tidak menggelar acara nonton bareng (nobar). (nik)

SOLO, Radar Solo – Sudah cukup lama Persis berkutat di kasta kedua Liga Indonesai. Koleksi trofi juara Persis yang tersimpan di Balai Persis juga sudah lama tak bertambah.

Trofi kampiun di kompetisi resmi terakhir yang direngkuh adalah juara Divisi II nasional 1994. Bahkan terakhir kali Persis ada di kasta tertinggi, dirasakan 14 tahun yang lalu. Tepatnya di kompetisi Divisi Utama 2007.

Nah, spirit kebangkitan coba digelorakan manajemen Persis, dalam mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini. Mengusung semangat Sumusuping Rasa Jati.

Demi membakar semangat pemain, tagline tersebut menempel di jersey baru. Di-launching secara virtual di akun Instagram resmi klub @persisofficial, tadi malam. Tepat pukul 19.23. Sesuai tahun kelahiran tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut.

“Saya memaknainya begini. Setiap kami masuk ke lapangan, rasa untuk berjuang demi lambang Persis Solo di dada sangat kuat. Itu yang saya maknai dari kalimat sumusuping rasa jati. Saat masuk lapangan, saya harus bertanggung jawab memikul harapan dan menjadi perwakilan masyarakat eks Karesidenan Surakarta,” kata Kapten Persis Solo Eky Taufik, kemarin (23/9).

Musim ini, Persis luncurkan tiga versi jersey. Baik home, away, dan jersey ketiga. Jersey kandang gunakan warna kebesaran merah. Lalu warna merah untuk jersey tandang. Sementara jersey ketiga dipilih warna putih.

Jersey utama merupakan visualisasi peta bersatu untuk perjuangan Laskar Sambernyawa. Kian elegan dengan sentuhan dibalut motif camo berupa peta daerah, kota, dan negara di bagian badan. Terinspirasi dari pendukung setia Persis yang tersebar di seluruh penjuru bumi.

Di bagian lengan, melekat corak aksara Jawa. Sebagai identitas kebudayaan Jawa. Menandakan bond kebanggaan wong Solo ini ikut nguri-uri budaya peninggalan leluhur.

“Jersey ini nyaman dipakai dan menimbulkan rasa bangga. Karena saya termausk pemain lokal. Jadi, saya merasa terhormat bisa pakai jersey Persis musim ini,” tegas Eky yang merupakan pemain asal Sragen tersebut.

Ketika skuad asuhan Eko Purdjianto tampil di kandang lawan, bakal kenakan jersey warna hitam. Dipadu padan dengan motif batik truntum. Simbol cinta tulus, abadi, dan subur berkembang (tumaruntum).

Makin terlihat garang dengan sentuhan motif burung phoenix di bagian pinggang. Sebagai manifestasi dari simbol kebangkitan Laskar Sambernyawa.
Desain jersey ketiga tak kalah elegan dengan warna dominan putih. Dipertegas motif batik keris banyu mili. Melambangkan air sebagai sumber kehidupan dengan memberi banyak manfaat bagi umat manusia.

“Saya suka ketiganya. Tapi yang paling berkesan, pasti warna merah. Karena menyimbolkan warna kebesaran Persis Solo. Melambangkan semangat yang membara,” tandasnya.

Tak ketinggalan, manajemen juga luncurkan tiga jersey kiper. Yakni warna biru, oranye, dan hitam. Khusus warna biru dan oranye, terdapat gambar ilustrasi patung Dwarapala. Mengandung filosofi sebagai penjaga pintu gerbang. Selayaknya penjaga gawang sebagai palang pintu terakhir di jantung pertahanan Persis.

Sementara itu, beberapa sponsor melekat di jersey baru musim ini. Tercatat lima sponsor terpampang di bagian depan. Sedangkan di bagian punggung, menempel dua nama sponsor.

Selain sumusuping rasa jati, juga menempel tagline #KawaldariRumah. Sebagai pesan untuk semua pendukung Laksar Sambernyawa. Supaya tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 dengan menonton pertandingan dari rumah. Termasuk tidak menggelar acara nonton bareng (nobar). (nik)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/