alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Ditahan Seri Hizbul Wathan, Persijap Jepara Keluhkan Regulasi

SOLO, Radar Solo – Persijap Jepara harus puas meraih hasil imbang 1-1 saat bertemu Hizbul Wathan FC, di Stadion Manahan, kemarin (27/9). Persijap mencetak gol lebih dulu, lewat aksi Crah Eka Angger di menit ke-17′. Yang akhirnya di babak kedua dibalas lawan, lewat gol Bayu Arifin.

Sayangnya head coach pelatih Persijap Jaya Hartono mengaku tidak puas dengan regulasi yang membuatnya dia pusing untuk mengatur strategi.

“Hasil laga ini, seharusnya kami tidak bisa terima. Tapi inilah sepakbola. Cuman satu yang kami tekankan, ke si pembuat aturan. saya bermain bola sampai sekarang, gak ada itu keputusan pergantian pemain ditentukan aturan. Kalau lima ya lima (jumlah pergantian pemain, Red). Masa diharuskan babak pertama dua, babak kedua bisa masukkan tiga. Ini bukan lagi level SSB,” tegas Jaya dalam konfrensi pers usai laga.

Dia mengakui regulasi ini membuat dia pusing tujuh keliling, tepatnya saat mengetahui dia harus menambah memasukkan pemain pengganti.

“Yang tahu kapan pemain masuk itu saya (pelatih, Red). Babak pertama kami main sesuai yang saya inginkan dan tak ada yang cedera, masa harus ganti pemain. Giliran babak kedua kami mau memasukkan pemain lebih, masa sudah tidak diperbolehkan. Ini sepakbola profesional,” terangnya.

Pada laga kemarin, Persijap hanya bisa mengganti tiga pemain. Semua di babak pertama. Dody Alfayed digantikan Faldi Ades Tama di menit ke-72′, lalu Rudy Foller turun sejak menit ke-81′, usai menggantikan Prisca Elisa, hingga Nurdian Syaputra digantikan M. Aji Kurniawan di menit ke-84.

Manajemen Persijap juga kecewa dengan dua gol pemainnya yang dianulir. “Gol yang dianulir Friska dan Putra itu, dua-duanya kan onside. Intinya kami menyayangkan kepemimpinan wasit pada laga ini. Seharusnya kami bisa dapat poin penuh,” keluh Arief Setiadi, direktur operasional Persijap. (nik)

SOLO, Radar Solo – Persijap Jepara harus puas meraih hasil imbang 1-1 saat bertemu Hizbul Wathan FC, di Stadion Manahan, kemarin (27/9). Persijap mencetak gol lebih dulu, lewat aksi Crah Eka Angger di menit ke-17′. Yang akhirnya di babak kedua dibalas lawan, lewat gol Bayu Arifin.

Sayangnya head coach pelatih Persijap Jaya Hartono mengaku tidak puas dengan regulasi yang membuatnya dia pusing untuk mengatur strategi.

“Hasil laga ini, seharusnya kami tidak bisa terima. Tapi inilah sepakbola. Cuman satu yang kami tekankan, ke si pembuat aturan. saya bermain bola sampai sekarang, gak ada itu keputusan pergantian pemain ditentukan aturan. Kalau lima ya lima (jumlah pergantian pemain, Red). Masa diharuskan babak pertama dua, babak kedua bisa masukkan tiga. Ini bukan lagi level SSB,” tegas Jaya dalam konfrensi pers usai laga.

Dia mengakui regulasi ini membuat dia pusing tujuh keliling, tepatnya saat mengetahui dia harus menambah memasukkan pemain pengganti.

“Yang tahu kapan pemain masuk itu saya (pelatih, Red). Babak pertama kami main sesuai yang saya inginkan dan tak ada yang cedera, masa harus ganti pemain. Giliran babak kedua kami mau memasukkan pemain lebih, masa sudah tidak diperbolehkan. Ini sepakbola profesional,” terangnya.

Pada laga kemarin, Persijap hanya bisa mengganti tiga pemain. Semua di babak pertama. Dody Alfayed digantikan Faldi Ades Tama di menit ke-72′, lalu Rudy Foller turun sejak menit ke-81′, usai menggantikan Prisca Elisa, hingga Nurdian Syaputra digantikan M. Aji Kurniawan di menit ke-84.

Manajemen Persijap juga kecewa dengan dua gol pemainnya yang dianulir. “Gol yang dianulir Friska dan Putra itu, dua-duanya kan onside. Intinya kami menyayangkan kepemimpinan wasit pada laga ini. Seharusnya kami bisa dapat poin penuh,” keluh Arief Setiadi, direktur operasional Persijap. (nik)

Populer

Berita Terbaru