alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Didepak Persebi Boyolali, Coach Gatot Barnowo Bingung dan Hanya Bisa Pasrah

RADARSOLO.ID – Keputusan manajemen Persebi Boyolali memutus kontrak pelatih Gatot Barnowo cukup mengejutkan. Maklum, performa Persebi di bawah kendali pria yang akrab disapa Mbah Gatot ini tidak jelek-jelek amat. Lolos fase nasional Liga 3 dengan status runner-up zona Jateng. Dijadwalkan, Laksar Pandanarang –julukan Persebi Boyolali– bakal tampil di babak nasional pada medio Januari mendatang. Sadar dibebastugaskan, Mbah Gatot pilih legawa.

“Tidak apa-apa. Santai saja kalau saya. Mungkin biasa saja, ada yang ingin naik panggung saat (performa tim) bagus,” terang pelatih asal Magelang tersebut, kemarin (27/12).

Sepanjang Liga 3 Zona Jateng, Persebi nyaris sapu bersih kemenangan. Cuma sekali menelan kekalahan. Namun, kekalahan ini terjadi di babak final, ketika tumbang lima gol tanpa balas atas Persipa Pati di Stadion Moch Soebroto Magelang, Rabu (15/12).
Mbah Gatot mengaku kesulitan membendung faktor nonteknis di laga final. Apalagi bola sulit bergulir, lantaran lapangan becek. Alhasil Dedi Cahyono Putro dkk kesulitan mengembangkan permainan. “Kami main sembilan orang karena dua kartu merah. Dan semuanya berposisi bek. Kami tak berdaya diberondong serangan mereka (Persipa),” keluhnya.

Pada kesempatan ini, Mbah Gatot ogah dicap sebagi kambing hitam atas kegagalan merebut gelar juara. “Kalau saya dianggap gagal karena tidak lolos di babak awal, tentu bisa dimaklumi. Tapi sejatinya, prestasi yang saya berikan terbilang cukup baik, walaupun tidak juara. Setidaknya target awal untuk lolos babak nasional tercapai,” bebernya.

Selepas kepergian Mbah Gatot, manajemen menunjuk asisten pelatih Haryadi “Puthul” untuk mengisis kekosongan kursi juru taktik. “Tidak terkejut karena asisten bukan bawaan saya. Sebenarnya sudah tahu, ada kabar posisi saya tidak aman sejak babak 10 besar. Tapi saya pilih diam, tidak ingin ribut. Supaya kondisi pemain tidak terganggu,” ujar Mbah Gatot.

Sebagai catatan, Mbah Gatot diberhentikan, tak lama setelah laga final. Dia didatangi manajemen, alasannya untuk penyegaram di jajaran kepelatihan. “Saya tetap berharap dan mendoakan pemain Persebi selalu berjuang optimal di babak nasional. Saya lihat mereka punya potensi besar untuk membawa tim ini promosi (Liga 2),” katanya. (nik/fer)

RADARSOLO.ID – Keputusan manajemen Persebi Boyolali memutus kontrak pelatih Gatot Barnowo cukup mengejutkan. Maklum, performa Persebi di bawah kendali pria yang akrab disapa Mbah Gatot ini tidak jelek-jelek amat. Lolos fase nasional Liga 3 dengan status runner-up zona Jateng. Dijadwalkan, Laksar Pandanarang –julukan Persebi Boyolali– bakal tampil di babak nasional pada medio Januari mendatang. Sadar dibebastugaskan, Mbah Gatot pilih legawa.

“Tidak apa-apa. Santai saja kalau saya. Mungkin biasa saja, ada yang ingin naik panggung saat (performa tim) bagus,” terang pelatih asal Magelang tersebut, kemarin (27/12).

Sepanjang Liga 3 Zona Jateng, Persebi nyaris sapu bersih kemenangan. Cuma sekali menelan kekalahan. Namun, kekalahan ini terjadi di babak final, ketika tumbang lima gol tanpa balas atas Persipa Pati di Stadion Moch Soebroto Magelang, Rabu (15/12).
Mbah Gatot mengaku kesulitan membendung faktor nonteknis di laga final. Apalagi bola sulit bergulir, lantaran lapangan becek. Alhasil Dedi Cahyono Putro dkk kesulitan mengembangkan permainan. “Kami main sembilan orang karena dua kartu merah. Dan semuanya berposisi bek. Kami tak berdaya diberondong serangan mereka (Persipa),” keluhnya.

Pada kesempatan ini, Mbah Gatot ogah dicap sebagi kambing hitam atas kegagalan merebut gelar juara. “Kalau saya dianggap gagal karena tidak lolos di babak awal, tentu bisa dimaklumi. Tapi sejatinya, prestasi yang saya berikan terbilang cukup baik, walaupun tidak juara. Setidaknya target awal untuk lolos babak nasional tercapai,” bebernya.

Selepas kepergian Mbah Gatot, manajemen menunjuk asisten pelatih Haryadi “Puthul” untuk mengisis kekosongan kursi juru taktik. “Tidak terkejut karena asisten bukan bawaan saya. Sebenarnya sudah tahu, ada kabar posisi saya tidak aman sejak babak 10 besar. Tapi saya pilih diam, tidak ingin ribut. Supaya kondisi pemain tidak terganggu,” ujar Mbah Gatot.

Sebagai catatan, Mbah Gatot diberhentikan, tak lama setelah laga final. Dia didatangi manajemen, alasannya untuk penyegaram di jajaran kepelatihan. “Saya tetap berharap dan mendoakan pemain Persebi selalu berjuang optimal di babak nasional. Saya lihat mereka punya potensi besar untuk membawa tim ini promosi (Liga 2),” katanya. (nik/fer)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/