alexametrics
27.1 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Kickoff Liga 2 Meleset Lagi, Persis Solo: Tetap Fokus Persiapan Tim

SOLO – Kickoff Liga 2 tinggal 17 hari lagi. Persiapan Persis Solo juga sudah matang. Kontestan grup B ini bahkan sudah menggeber latihan perdana sejak Kamis (24/9). Namun, ternyata keluar kabar jika kompetisi kasta kedua di Liga Indonesia tersebut harus ditunda sebulan. Bahkan, Liga 1 yang dibuka duel PSS Sleman kontra Persik Kediri, Kamis (1/3), ikut ditunda.

Penundaan sesuai hasil rapat antara PSSI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, kemarin siang (29/9). PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi memutuskan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 mundur sebulan. Itu setelah penyelenggaraan liga tidak mendapat restu dari kepolisian. Sesuai statemen Humas Mabes Polri Irjen Pol. Argo Yuwono. Alasannya karena masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia.

PSSI berharap kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bisa dimulai, maksimal November. Dan, diprediksi bakal rampung Maret 2021. Sebab, jika sampai mundur Desember atau bahkan Januari 2021, dinilai akan menyulitkan klub-klub peserta.

“Sebab, April sudah masuk bulan puasa. Mei-Juni, Indonesia tuan rumah Piala Dunia U-20. Kalau dipaksa sampai Agustus 2021, menyulitkan klub-klub Liga 1. Karena harus terjun di agenda FIFA dan AFC,” keluh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat live streaming di akun YouTube Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kemarin (29/9).

Kendati demikian, PSSI sangat menghormati dan memahami keputusan yang diambil kepolisian. Sebab, saat ini masih pandemi Covid-19. Penundaan karena alasan keamanan, kesehatan, dan kemanusiaan.

Menanggapi penundaan kompetisi, kubu Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo– legawa. Namun, mereka berharap kompetisi tetap diputar tahun ini. Mengingat persiapan bond kebanggaan wong Solo ini sudah maksimal. Termasuk mendatangkan sejumlah muka baru untuk kedalaman skuad.

“Apa yang kami takutkan terjadi. Dulu banyak yang mencibir persiapan Persis. Terkesan anteng dan tidak segera mengumpulkan pemain. Kenapa begitu? Karena kami pikirkan banyak hal. Salah satunya jadwal kompetisi yang sering berubah karena pandemi Covid-19,” ujar Manajer Persis Solo Hari Purnomo.

Hampir 90 persen skuad Persis komplet. Paling gres, manajemen mendatangkan empat pemain baru berstatus seleksi. Tiga di antaranya berasal dari Papua. Mereka mengikuti latihan rutin di lapangan Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, kemarin pagi (29/9).

“Setelah PT LIB merilis jadwal, kami percaya dan mulai kumpulkan pemain. Ternyata, tadi siang (kemarin) kompetisi diputuskan mundur lagi. Kami hanya pasrah dan menunggu kepastian. Semoga kompetisi tetap digelar. Mundur sebulan tidak masalah,” imbuhnya.

Mendegar kabar kompetisi mundur, Pelatih Persis Solo Salahudin angkat bicara. Namun, dia pilih fokus persiapan tim. Agar konsentrasi pemain tidak ambyar.

“Semoga lanjut. Saya beri pengertian ke pemain, apa pun yang terjadi, fokus ke pertandingan. Ambil sisi positifnya saja. Kalau mundur, otomatis persiapan kami lebih panjang,” bebernya.

Sementara itu, kritikan tajam datang dari Pasoepati. Presiden DPP Pasoepati Aulia Haryo mempertanyakan kinerja PSSI dan PT LIB. “Sebagai suporter kami kecewa. Harusnya, yang diurus izin dulu. Kalau seperti ini (ditunda, Red), yang dirugikan klub. Tangung jawab PSSI dan PT LIB apa?” koarnya. (nik/fer/bun/ria)

SOLO – Kickoff Liga 2 tinggal 17 hari lagi. Persiapan Persis Solo juga sudah matang. Kontestan grup B ini bahkan sudah menggeber latihan perdana sejak Kamis (24/9). Namun, ternyata keluar kabar jika kompetisi kasta kedua di Liga Indonesia tersebut harus ditunda sebulan. Bahkan, Liga 1 yang dibuka duel PSS Sleman kontra Persik Kediri, Kamis (1/3), ikut ditunda.

Penundaan sesuai hasil rapat antara PSSI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, kemarin siang (29/9). PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi memutuskan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 mundur sebulan. Itu setelah penyelenggaraan liga tidak mendapat restu dari kepolisian. Sesuai statemen Humas Mabes Polri Irjen Pol. Argo Yuwono. Alasannya karena masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia.

PSSI berharap kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bisa dimulai, maksimal November. Dan, diprediksi bakal rampung Maret 2021. Sebab, jika sampai mundur Desember atau bahkan Januari 2021, dinilai akan menyulitkan klub-klub peserta.

“Sebab, April sudah masuk bulan puasa. Mei-Juni, Indonesia tuan rumah Piala Dunia U-20. Kalau dipaksa sampai Agustus 2021, menyulitkan klub-klub Liga 1. Karena harus terjun di agenda FIFA dan AFC,” keluh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat live streaming di akun YouTube Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kemarin (29/9).

Kendati demikian, PSSI sangat menghormati dan memahami keputusan yang diambil kepolisian. Sebab, saat ini masih pandemi Covid-19. Penundaan karena alasan keamanan, kesehatan, dan kemanusiaan.

Menanggapi penundaan kompetisi, kubu Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo– legawa. Namun, mereka berharap kompetisi tetap diputar tahun ini. Mengingat persiapan bond kebanggaan wong Solo ini sudah maksimal. Termasuk mendatangkan sejumlah muka baru untuk kedalaman skuad.

“Apa yang kami takutkan terjadi. Dulu banyak yang mencibir persiapan Persis. Terkesan anteng dan tidak segera mengumpulkan pemain. Kenapa begitu? Karena kami pikirkan banyak hal. Salah satunya jadwal kompetisi yang sering berubah karena pandemi Covid-19,” ujar Manajer Persis Solo Hari Purnomo.

Hampir 90 persen skuad Persis komplet. Paling gres, manajemen mendatangkan empat pemain baru berstatus seleksi. Tiga di antaranya berasal dari Papua. Mereka mengikuti latihan rutin di lapangan Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, kemarin pagi (29/9).

“Setelah PT LIB merilis jadwal, kami percaya dan mulai kumpulkan pemain. Ternyata, tadi siang (kemarin) kompetisi diputuskan mundur lagi. Kami hanya pasrah dan menunggu kepastian. Semoga kompetisi tetap digelar. Mundur sebulan tidak masalah,” imbuhnya.

Mendegar kabar kompetisi mundur, Pelatih Persis Solo Salahudin angkat bicara. Namun, dia pilih fokus persiapan tim. Agar konsentrasi pemain tidak ambyar.

“Semoga lanjut. Saya beri pengertian ke pemain, apa pun yang terjadi, fokus ke pertandingan. Ambil sisi positifnya saja. Kalau mundur, otomatis persiapan kami lebih panjang,” bebernya.

Sementara itu, kritikan tajam datang dari Pasoepati. Presiden DPP Pasoepati Aulia Haryo mempertanyakan kinerja PSSI dan PT LIB. “Sebagai suporter kami kecewa. Harusnya, yang diurus izin dulu. Kalau seperti ini (ditunda, Red), yang dirugikan klub. Tangung jawab PSSI dan PT LIB apa?” koarnya. (nik/fer/bun/ria)

Populer

Berita Terbaru