Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

GP Ansor Sragen Kritik Kinerja Satpol PP dan Polres Soal Peredaran Miras

Ahmad Khairudin
Penulis: Ahmad Khairudin❯
Salah satu tempat hiburan malam di Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Salah satu tempat hiburan malam di Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sragen melayangkan kritik pedas terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kepolisian Resor (Polres) Sragen terkait penegakan dan pengawasan peredaran minuman keras (miras) di Bumi Sukowati.


Advertisement

GP Ansor menuding pihak berwenang telah tutup mata membiarkan praktik ini terjadi bertahun-tahun.

Ketua GP Ansor Sragen Roby Isnan Abdillah mengungkapkan, peredaran miras terindikasi marak di sejumlah lokasi.

"Ada laporan di sejumlah tempat seperti Sragen tengah, timur Polsek Sragen Kota, Nglangon, Ringin Road Selatan, Bayanan, Mbah Gajah, Kemukus, dan lainnya," tegas Roby.

Advertisement

Dia meyakini pemerintah daerah dan kepolisian sudah tau lokasi peredaran miras.

Cukup tindakan tegas untuk membentengi peredaran yang semakin marak.

Kekhawatiran utama adalah dampak negatif miras terhadap generasi muda.

Advertisement

Roby menyebutkan adanya laporan mengenai anak-anak diduga usia sekolah yang terlihat keluar masuk kawasan yang disinyalir menjadi tempat peredaran miras.

Kritik GP Ansor ini memuncak pada tuntutan agar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sragen Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol ditegakkan secara maksimal.

"Kami mendesak agar kinerja Satpol PP dimaksimalkan. Kinerja Satpol PP dan Kepolisian Polres Sragen selama ini dipertanyakan," kata Roby.

Padahal, sesuai perda, mengonsumsi minuman beralkohol di tempat umum secara sembarangan juga dapat dikenakan sanksi.

Namun, Ansor menyoroti bahwa minuman keras sering ditemui bahkan di acara-acara publik seperti hajatan.

Bahkan tempat wisata yang berpotensi didatangi anak dibawah umur.

"Minum miras sembarangan dan kurang baik untuk reputasi Kabupaten Sragen. Alasan jelas, miras tidak baik untuk generasi muda," tutupnya. (din/adi)

Advertisement

Artikel Terkait

DPRD Sragen Endus Dugaan Pungli dalam Program Sinau Bareng Perangkat Desa di Sambungmacan

DPRD Sragen Endus Dugaan Pungli dalam Program Sinau Bareng Perangkat Desa di Sambungmacan

Praktik bimbingan belajar bertajuk “Sinau Bareng” perangkat desa di Sambungmacan, Sragen jangan sampai salah prosedur.

Buntut Kasus Penyelewengan Solar di Sragen: Sopir Truk Menjerit, Minta Penimbun Dibabat Habis

Buntut Kasus Penyelewengan Solar di Sragen: Sopir Truk Menjerit, Minta Penimbun Dibabat Habis

Kalangan sopir di Sragen mengaku semakin terhimpit akibat sulitnya mendapatkan solar bersubsidi di SPBU, yang diduga kuat dipecah oleh para oknum pengepul nakal.

Bimbel Aparatur Desa di Sambungmacan Sragen Disoal, Ini Jawaban Camat

Bimbel Aparatur Desa di Sambungmacan Sragen Disoal, Ini Jawaban Camat

Kegiatan bimbingan belajar (bimbel) bagi perangkat desa dan sekretaris desa di Sambungmacan, Sragen dikritik karena anggaran tidak transparan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer