Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sragen Diterjang Angin Ribut, Sembilan Kecamatan Terdampak

Ahmad Khairudin
Penulis: Ahmad Khairudin❯

Relawan gabungan mengevakuasi pohon tumbang menimpa kabel listrik di Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Relawan gabungan mengevakuasi pohon tumbang menimpa kabel listrik di Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)


Advertisement

RADARSOLO.COM – Bencana angin ribut menerjang sembilan kecamatan di Kabupaten Sragen, Minggu (8/3/2026) hingga Senin (9/3/2026).

Akibatnya, pohon-pohon bertumbangan serta rumah warga rusak akibat gentingnya beterbangan.

Bahkan sejumlah warga harus rela mengungsi karena rumah mereka tak lagi layak huni.

Advertisement

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, sembilan kecamatan itu meliputi Kecamatan Ngrampal, Karangmalang, Sidoharjo, Kedawung, Tanon, Plupuh, Sukodono, Gemolong, hingga Miri.

Setidaknya 10 pohon besar tumbang, enam rumah rusak, dan satu fasilitas pendidikan yakni SMAN 1 Plupuh terdampak.

”Petugas di lapangan bekerja nonstop. Bahkan saat malam hari di Kecamatan Miri, tim tetap melakukan evakuasi pohon pete yang menimpa rumah warga meski terkendala minimnya penerangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sragen R. Triyono Putro.

Advertisement

Pihaknya menuturkan kesigapan ini bukan kerja tunggal. Triyono menegaskan bahwa keberhasilan penanganan cepat ini berkat sinergi "keroyokan" dari sekitar 40 personel gabungan.

Mulai dari TNI, Polri, PLN, hingga belasan organisasi relawan seperti SAR Poldes, SAR MTA, Senkom Rescue, hingga Ubaloka.

”Kami langsung lakukan kaji cepat (assessment) dan koordinasi dengan PLN untuk menangani kabel-kabel listrik yang putus tertimpa pohon agar tidak membahayakan warga,” tambah Triyono.

Hingga Senin dini hari, sebagian besar lokasi sudah terkondisi dan akses jalan kembali lancar.

Namun, Triyono mengimbau warga Sragen untuk tetap memasang mata dan telinga lebar-lebar. Mengingat ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin kencang masih mengintai.

”Kami minta warga lebih waspada. Jika ada pohon besar yang rimbun di dekat rumah, sebaiknya segera dipangkas sebelum angin yang 'memangkasnya' dengan cara yang kita tidak inginkan,” tegasnya. (din/adi)

 

Data Dampak Bencana Sragen (8 Maret 2026)

  • Total Kerugian sekitar Rp 31 juta.
  • Dampak Kerusakan: 1.600 genting pecah, 23 lembar asbes hancur, 10 pohon tumbang.
  • Warga Terdampak: 7 KK (16 Jiwa), 2 KK terpaksa mengungsi.
  • Lokasi Terbanyak: Kecamatan Plupuh dan Tanon.

Advertisement

Artikel Terkait

Polres Sragen Bekuk Residivis Lintas Kota asal Surabaya, Lima TKP Pencurian Terungkap

Polres Sragen Bekuk Residivis Lintas Kota asal Surabaya, Lima TKP Pencurian Terungkap

Sepak terjang MMA, 32, residivis pencurian asal Surabaya berakhir setelah ditangkap Polres Sragen.

Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi Sragen Meninggal usai Kejang, Pihak Sekolah Bungkam

Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi Sragen Meninggal usai Kejang, Pihak Sekolah Bungkam

Siswi sekolah rakyat Sragen asal Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Sragen meninggal pada Minggu (6/9/2026).

Warga Krisis Air Bersih, Komunitas Cah Sragen Anak Rantau Kirim Lima Tangki Air ke Tiga Desa

Warga Krisis Air Bersih, Komunitas Cah Sragen Anak Rantau Kirim Lima Tangki Air ke Tiga Desa

Komunitas sosial Cah Sragen Anak Rantau (CSAR) mengirim bantuan air bersih ke tiga desa di Tangen yang terdampak kemarau panjang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer