Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

34 Desa di Sragen Rawan Krisis Air Bersih, Ini Daftarnya

Ahmad Khairudin
Penulis: Ahmad Khairudin❯

 


Advertisement

BPBD Sragen menggelar apel kesiapan relawan dalam menghadapi ancaman bencana kekeringan, beberapa waktu lalu. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
BPBD Sragen menggelar apel kesiapan relawan dalam menghadapi ancaman bencana kekeringan, beberapa waktu lalu. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.

Advertisement

Tertuang dalam Keputusan Bupati Sragen Nomor 300.2.1/139/01.3/2026 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Danang Hermawan menyampaikan, status siaga darurat ini berlaku selama dua bulan, terhitung mulai 1 Mei hingga 30 Juni 2026.

Advertisement

Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah berdasarkan prediksi BMKG bahwa awal musim kemarau di Sragen dimulai pada Mei.

”Untuk saat ini kami sudah menetapkan SK Siaga Darurat yang ditandatangani bapak bupati untuk Mei dan Juni ini. Jika nanti di bulan Juli kekeringan masih berlanjut, status siaga darurat akan diperpanjang. Namun, apabila sudah memasuki puncak kemarau (sekitar Juli-Agustus) dan kondisinya kian kritis, statusnya akan kita alihkan menjadi Tanggap Darurat Kekeringan melalui SK Bupati,” ujar Danang, Minggu (14/6/2026).

Berdasarkan lampiran SK bupati tersebut, BPBD Sragen memetakan terdapat sembilan kecamatan yang mencakup total 34 desa dan 135 dukuh masuk dalam zona rawan potensi bencana kekeringan.

Wilayah di utara Sungai Bengawan Solo masih menjadi fokus perhatian utama karena kondisi geografisnya yang paling rentan mengalami krisis air bersih.

Adapun rincian sebaran wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Sragen berdasarkan data resmi BPBD meliputi Kecamatan Tangen menjadi wilayah paling luas dengan tujuh desa terdampak (Desa Dukuh, Ngrombo, Galeh, Katelan, Jekawal, Denanyar, dan Sigit).

Advertisement

Artikel Terkait

Semangat Bhayangkara Muda Mengabdi, 17 Taruna-Taruni Akpol Turun Langsung Bedah Rumah Mbah Lampi di Sragen

Semangat Bhayangkara Muda Mengabdi, 17 Taruna-Taruni Akpol Turun Langsung Bedah Rumah Mbah Lampi di Sragen

Semangat gotong royong yang diperlihatkan anggota Polres Sragen bersama para taruna dan taruni Akpol menjadi simbol kuat peringatan HUT Bhayangkara ke-80.

Gus Budi Jilid Dua di PKB Sragen, Siapkan Jurus Rahasia Demi Rebut Kursi yang Sempat Lepas

Gus Budi Jilid Dua di PKB Sragen, Siapkan Jurus Rahasia Demi Rebut Kursi yang Sempat Lepas

Ahmad Budi Ridwani, atau yang akrab disapa Gus Budi resmi ditunjuk kembali sebagai ketua DPC PKB Sragen.

Perampok Sadis di Jenar Sragen Terancam Hukuman Mati, Penyidik Bakal Jerat Penadah

Perampok Sadis di Jenar Sragen Terancam Hukuman Mati, Penyidik Bakal Jerat Penadah

Suparman alias Bendus, perampok sadis di Kecamatan Jenar, Sragen terancam hukuman mati karena menghabisi nyawa bocah SD.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer