
RADARSOLO.COM – Keluhan soal pelayanan PT PLN (Persero) kembali mencuat dari wilayah pedesaan. Kali ini, melanda warga Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.
Warga merangsek berkumpul di area perempatan desa lantaran tak tahan lagi menghadapi pemadaman listrik berkali-kali yang terjadi hampir setiap hari, Kamis (17/9/2026) malam.
Aksi kumpul warga tersebut menjadi bentuk luapan emosi spontan. Puncaknya terjadi tepat selepas magrib, saat kawasan pemukiman yang mencakup sedikitnya lima wilayah Rukun Tetangga (RT) mendadak gelap gulita.
Bagi warga, masalah utama bukan sekadar durasi padamnya listrik, melainkan frekuensinya yang terbilang ekstrem.
"Hampir setiap hari (mati lampu, Red). Selepas magrib, kadang pagi, siang juga. Sehari bisa sampai dua hingga tiga kali mati lampu," ujar Pak Gi, salah satu warga setempat.
Kondisi biar-pet yang terus berulang tanpa kepastian membuat ritme aktivitas harian warga terganggu.
Kekesalan makin menjadi-jadi sebab warga merasa telah menunaikan kewajibannya membayar tagihan listrik secara tepat waktu.
Kepala Desa Pengkok, Sugimin Cokro membenarkan adanya gelombang kekecewaan dari warganya tersebut. Meski demikian, pihaknya bergerak cepat memastikan massa agar situasi tidak memanas atau mengarah pada tindakan anarki.




