DPRD Sragen Desak Bupati Turun Tangan dalam Persoalan PKL Jalan Veteran


RADARSOLO.COM – Anggota DPRD Sragen Faturohman menyoroti persoalan penertiban PKL Jalan Veteran Kota Sragen yang dinilai masih memerlukan solusi komprehensif dan keterlibatan langsung dari kepala daerah.
Menurut Faturohman, polemik ini mencuat saat pihaknya menerima laporan terkait PKL jalanan, lalu meneruskannya kepada Satpol PP.
Pihak Satpol PP kemudian memanggil para PKL tersebut untuk diberikan peringatan agar tidak berjualan di lokasi yang dilarang, mengingat peringatan serupa telah dilayangkan beberapa kali.
”Alasan dari Satpol PP tadi adalah crowded jalan. Tapi sebenarnya itu belum 100 persen, masih bisa dilalui lancar,” ujar Faturohman, Rabu (28/10/2026).
Faturohman mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen khususnya bupati dapat memikirkan langkah strategis dalam menyediakan lahan relokasi yang representatif.
Hal ini penting agar keberadaan PKL baru yang dibangun, baik oleh pemda lama maupun melalui program glowingisasi dapat ditempatkan di lokasi yang tidak mengganggu arus lalu lintas.
Dia menilai Satpol PP sudah menjalankan fungsi penegakan peraturan daerah (perda) dengan baik. Namun ia mengingatkan agar penertiban ini tidak mengorbankan mata pencaharian para PKL.
”Satpol PP sudah baik menjalankan fungsinya menegakkan perda, tapi di sisi lain jangan mengorbankan wong cilik. Dalam hal ini adalah PKL-PKL itu, mereka tetap harus kita carikan solusi yang terbaik,” tegas politikus PKB ini.
Faturohman menegaskan penyelesaian persoalan ini membutuhkan intervensi langsung dari bupati selaku pimpinan tertinggi untuk menggerakkan satuan-satuan kerja di bawahnya.



