Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Dia menegaskan BPBD Sragen juga sudah meningkatkan kinerjanya selama musim hujan ini.
”Di beberapa daerah ada kerusakan infrastruktur akibat curah hujan yang tinggi. Ke depannya perlu perbaikan,” tandas Yuni, kemarin (27/1).
Dia melihat curah hujan ini juga berdampak di sektor pertanian. Di beberapa lokasi diharapkan hasil panen akan bagus. Meskipun hujan cukup sering mengguyur deras.
”Pada awal pandemi Covid-19 saja kita bisa surplus, Insya Allah ini masih bisa surplus,” ujarnya.
Sementara yang perlu diwaspadai adalah angin, banjir dan tanah longsor. Angin ribut bahkan sampai menelan korban jiwa, setelah pengendara yang melintas di terminal Pilangsari tertimpa pohon tumbang. Yuni prihatin dengan insiden tersebut.
”Jangan sampai kejadian itu terulang lagi. Sementara BPBD sudah siaga 24 jam. Serta melaksanakan patroli di titik-titik yang dianggap rawan,” imbuhnya.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen Sugeng Priyono mengaku menyiagakan 1.800 relawan, khusus menghadapi potensi bencana di wilayah Sragen. Dia juga menyebutkan potensi bencana angin kencang yang tersebar di 20 kecamatan.
”Menghadapi musim penghujan ini kita mewaspadai beberapa potensi bencana. Selain bencana banjir, juga angin kencang,” ujar Sugeng.
Beberapa wilayah di Sragen yang potensi banjir adalah pinggir Sungai Bengawan Solo dan Sungai Mungkung. BPBD juga mewaspadai terjadinya tanah longsor di sejumlah daerah khususnya di Kecamatan Sambirejo dan Kecamatan Kalijambe.
”Kalau di Sambirejo kan wilayahnya perbukitan jadi harus diwaspadai. Sedangkan di Kecamatan Kalijambe dua desanya yaitu di Desa Bukuran dan Desa Krikilan sering tanah gerak,” jelasnya.
Sosialisasi tanggap bencana terus digencarkan kepada masyarakat. Khususnya di daerah-daerah potensi bencana tersebut. Selain itu, sebanyak 1.800 relawan disiagakan tersebar di 20 kecamatan di Sragen.
”Mereka siaga penuh. Termasuk di tengah pandemi Covid-19 saat ini,. Kami selalu menyampaikan ke relawan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan jika bencana terjadi dan mereka harus melakukan evakuasi. Selain itu sebisa mungkin mereka harus menjaga jarak meskipun hal itu sulit dilakukan saat bencana terjadi,” imbuhnya. (din/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra