Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Sragen Rina Wijayanti menyampaikan, selebaran informasi bahwa pasar hewan akan ditutup sejak beberapa hari lalu. Namun kepastian baru akan ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen pada Senin (30/5) ini.
”Belum resmi, pemberitahuan diawal biar bakul tidak kecele. Tapi untuk resminya nunggu surat pak Sekda,” jelas Rina, Minggu (29/5).
Rina menjelaskan, pemberitahuan di awal ini agar tidak ada komplain dari pedagang ternak. Lantas rencana ditutupnya pasar hewan mulai Selasa (31/5) sampai Rabu (15/6) mendatang. Butuh masa inkubasi hewan selama 14 hari.
Ada enam pasar hewan yang tutup. Yakni di Nglangon, Sumberlawang, Sukodono, Tanon, dan dua pasar di Sambirejo. Dia menegaskan tidak hanya sapi, tapi seluruh komoditas hewan termasuk kambing. Diharapkan menjelang Idul Adha kondisi hewan sudah sehat.
Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Solo, saat ini terjadi penularan wabah PMK dan terdata per Sabtu (28/5) mencapai 39 sapi tersebar di 10 kecamatan. Kasus yang terbanyak yakni Plupuh sejumlah 13 ternak, disusul Miri tujuh ternak, Sidoharjo lima ternak, Karangmalang empat ternak, Tanon tiga ternak, Sumberlawang dan Ngrampal dua ternak. Selanjutnya Jenar, Kalijambe dan Gemolong satu ternak.
Namun demikian, masyarakat diimbau tidak resah. Karena tidak menular ke manusia. Sejauh ini laporan yang sudah sembuh dari jumlah tersebut sebanyak enam ekor. Selain itu ada laporan tiga ternak lainnya dalam progres penyembuhan. ”Laporan terakhir tiga, dalam proses penyembuhan,” bebernya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram