Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Tunawisma Tertabrak Kereta, Pemuda Terlempar dari Jembatan

Damianus Bram • Senin, 6 Juni 2022 | 03:59 WIB
Petugas tengah mengevakuasi jenazah yang diduga menabrakan diri  ke kereta api yang tengah melintas. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
Petugas tengah mengevakuasi jenazah yang diduga menabrakan diri ke kereta api yang tengah melintas. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN – Sejumlah tragedi yang mengakibatkan nyawa melayang terjadi pada awal Juni ini. Pada Sabtu (4/6) pagi di perlintasan kereta sekitar pasar Bunder, seorang tunawisma diduga mengakhiri hidup dengan menabrakkan diri ke kereta api yang tengah melintas. Selain itu, seorang pemuda meninggal dalam kecelakaan tunggal setelah terlempar dari Jembatan pada Minggu (5/6) dinihari.

Seorang gelandangan ditemukan meninggal tertabrak Kereta Api Sabtu (4/6) sekitar pukul 05.30. kejadian tersebut berlangsung di di perlintasan Stasiun KA Sragen wilayah Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen.

Identitas korban diketahui yakni Lustiawati, 42, yang diduga seorang tunawisma berasal dari Medan Sumatra utara. Dia membawa identitas beralamatkan Dusun V Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatra Utara.

Diduga korban sengaja menabrakkan diri pada kereta api yang melaju. Karena korban berjalan kaki menyeberang perlintasan kereta api, bersamaan dari arah barat melintas kereta api Mutiara Selatan tujuan Bandung-Surabaya. Kejadian tersebut tepat di sebelah barat palang perlintasan Kereta Pasar Bunder Sragen.

Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso mewakili Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama menyampaikan kejadian itu disaksikan pihak security Stasiun KA Sragen. ”Para Saksi menghubungi pihak terkait diantaranya Polsek Sragen Kota, Puskesmas dan PMI, selanjutnya pihak terkait mengevakuasi korban dan dibawa ke RSUD Sragen untuk dilakukan pemeriksaan. Tubuh korban mengalami luka berat diantaranya patah kaki tangan, kepala remuk dan usus terburai,” ujarnya.

Lantas pihaknya menegaskan korban murni meninggal dunia murni karena tertabrak kereta api. Korban diketahui adalah seorang gelandangan.

Sementara itu seorang warga Dukuh Grasak, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan atas nama Mustaqim, 21, ditemukan tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Dia jatuh dari sebuah jembatan bersama sepeda motornya dengan nomor polisi AD 1111 MAZ tidak jauh dari pabrik DMST 1, Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang.

Salah seorang warga setempat Tono, menyampaikan untuk kejadian persis tidak diketahui. Karena pada saat kejadian diduga dinihari. Selain itu, korban juga tidak membawa identitas saat ditemukan. ”Info kecelakaanya tadi pagi, tidak ada saksi mata,” terangnya.

Pihaknya menjelaskan dilakukan evakuasi oleh PMI Sragen hingga pukul 12.30. Lantas kondisi korban dipastikan meninggal dunia. Kondisinya cukup mengenaskan perdarahan hidung dan telinga, luka sobek pelipis kanan, luka lecet pada dahi kanan, luka lecet pipi kiri, luka sobek rahang bawah sebelah kanan, luka sobek pipi kiri, luka sobek pada mata kiri, luka lecet bahu kanan dan sekucur tubuh. (din/dam) Editor : Damianus Bram
#Gelandangan Tertabrak Kereta Api #Kecelakaan di Sragen #polres sragen #bunuh diri