Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Isu Kenaikan Harga BBM Pertalite dan Solar, Mulai Terlihat Tanda Panic Buying

Damianus Bram • Selasa, 30 Agustus 2022 | 01:48 WIB
MILIK PEMKAB: Penjualan BBM khusus Pertalite maupun Solar di SPBU Nglangon, Sragen naik beberapa hari terakhir. Itu terjadi seiring santernya kabar kenaikan dua jenis BBM tersebut. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
MILIK PEMKAB: Penjualan BBM khusus Pertalite maupun Solar di SPBU Nglangon, Sragen naik beberapa hari terakhir. Itu terjadi seiring santernya kabar kenaikan dua jenis BBM tersebut. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN – Wacana pemerintah pusat menaikkan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dan Solar mulai menimbulkan panic buying di masyarakat. Itu terlihat di sejumlah SPBU Kabupaten Sragen.

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) SPBU dan Bengkel Pemerintah Kabupaten Sragen Supriyadi menyampaikan, akibat kabar kenaikan harga BBM, banyak masyarakat yang menanyakan kepastian dari pemerintah. Bahkan sudah ada tanda-tanda panic buying, namun tidak terlalu parah.

”Ada juga yang berpikir, mumpung belum naik beli BBM lebih banyak dari biasanya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (29/8).

Dia menambahkan, indikatornya ada peningkatan penjualan di SPBU milik Pemkab Sragen ini sebesar 20 persen. Misalnya dari SPBU Pilangsari biasanya mampu menjual 10 ribu liter untuk harian, kini naik menjadi 12 ribu liter.

”Belum banyak tapi tanda-tanda ke arah (panic buying,Red) itu ada. Karena informasi di media menjadi kepanikan di masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang masih berpikir membeli BBM jumlah banyak akan dijual kembali atau dipakai sendiri. Untuk itu, pihaknya mengambil langkah pembatasan untuk meghindari antrean panjang dan pembelian skala besar. Biasanya, informasi kenaikan disampaikan beberapa jam sebelum ditetapkan.

”Misalnya kenaikan dini hari pukul 00.00, pihak SPBU baru diberi tahu setelah 19.00. Sebelumnya seperti itu untuk kenaikan selain Solar dan Pertalite,” jelas dia.

Sedangkan kuota BBM sudah diatur tahunan. Tapi pihaknya berharap jika BBM jadi naik, ada kebijakan menambah kuota untuk konsumen.

”Kami nggak tahu kalau ternyata nanti kebutuhan masyarakat juga tetap besar,” kata dia.

Sempat tersiar kabar harga BBM yang digunakan kalangan bawah seperti Pertalite naik menjadi Rp 10 ribu per liter dan Solar menjadi Rp 8,5 ribu per liter. Saat ini harga Pertalite Rp Rp 7.550 per liter, sedangkan Solar Rp 5.150 per liter. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#kenaikan harga bbm #kenaikan harga pertalite #Kenaikan Harga Solar #kenaikan harga BBM nonsubsidi #SPBU Pemkab Sragen