Kepala Dishub Sragen Catur Sarjanto menyampaikan, bus sekolah sebagai bentuk upaya untuk keselamatan siswa sekolah. Bus sekolah juga menjadi salah satu indikator penilaian KLA.
”Mudah-mudahan jaminan keselamatan anak sekolah bisa ditingkatkan,” ujarnya Senin (26/6/2023).
Catur menambahkan, bus sekolah pertama di Sragen ini mengambil rute Sambungmaacan menuju Sragen kota. Pemberhentiannya di titik-titik strategis seperti Tunjungan, Lemahbang, Pilangsari, SI, SMA 1 Sragen, SMK 1 Sragen, SMP2 Sragen, SMP Muhammadiyah Sragen, SMP 1 Sragen, SMA 3 Sragen, SMK 2 Sragen, SMP 6 Sragen, sampai MTsN 5 Sragen. Bus berangkat pukul 06.15 dan ditarget sampai titik terakhir pukul 07.00.
Meski saat ini kebijakan pemerintah menerapkan sistem zonasi agar tempat tinggal siswa tidak jauh dari sekolah, namun hasil survei masih banyak yang di luar zonasi. Seperti sekolah swasta. Sehingga kehadiran bus sekolah ini untuk keselamatan lalu lintas pelajar.
Pihaknya akan menambahkan bus sekolah dengan rute berbeda. Kemungkinan rute pelajar dari arah barat ke Sragen. Namun tidak menutup kemungkinan usulan masyarakat. Misalnya melayani rute di utara wilayah Bengawan Solo.
”Kami juga dapat sinyal dari kementerian perhubungan akan mendapat dua buah bus lagi. Insyaallah tahun depan. Kami juga nanti evaluasi, kalau ternyata di rute lain membutuhkan layanan bus sekolah gratis, kami sesuaikan antusias siswa sekolah,” ujar dia.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, zonasi untuk sekolah bisa menekan angka kecelakaan pelajar. Karena sebelumnya di daerah yang jauh masih banyak pelajar yang memakai kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM. Namun dengan bus sekolah ini, siswa bisa berangkat sekolah tanpa menggunakan kendaraan bermotor.
”Kami tambah lagi nanti bus dari pemda yang kurang optimal pemakaiannya, rutenya nanti biar dikaji dishub,” terangnya.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Sragen Endi Herujanto menyampaikan, bus ini dibutuhkan. Apalagi pelajar tingkat SMP dipastikan belum cukup umur untuk mendapatkan SIM.
”Dengan adanya bus sekolah ini, sangat membantu. Karena sesuai regulasi siswa sekolah tidak boleh pakai sepeda motor. Sekaligus membantu orang tua tidak harus antar jemput,” tandasnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram