RADARSRAGEN.COM – Foto tiga ketua partai politik (parpol) bergandengan tangan menjadi perbincangan. Foto yang menunjukkan Ketua DPD II Golkar Sragen Pujono Elli Bayu Effendi, Ketua DPC Gerindra Sragen Wahyu Dwi Setyaningrum, dan Ketua DPC Demokrat Sragen Budiono Rahmadi bersamaan banyak ditafsirkan sebagai cikal bakal koalisi untuk pemilihan kepala daerah (pilkada).
Terkait hal tersebut, Pujono Bayu menjelaskan, foto diambil saat kegiatan slup-slupan di rumahnya. ”Ya acara resmi. Acara resmi di rumah saya. Slup-slupan,” terangnya, kemarin (11/9).
Terkait pertemuan itu, dia menekankan ada komitmen saling percaya. Secara tersirat ada niat yang sama untuk menyusun kekuatan membangun Pemerintah Kabupaten Sragen yang lebih maju, agar tidak mandul.
”Insyaallah, kami setiap hari bangun koalisi terus,” jelasnya.
Soal situasi politik di Sragen, Bayu menekankan juga dikomunikasikan dengan atasan, baik provinsi maupun pusat. Menurutnya, situasi yang dijalin dengan Gerindra dan Demokrat juga disampaikan ke pimpinan parpol masing-masing.
”Ya mungkin dari teman-teman Gerindra dan Demokrat sudah menyampaikan ke sana. Seperti apa yang saya lakukan terhadap DPD I Jawa Tengah, DPP Golkar pusat,” bebernya.
Bayu menegaskan, tujuan menyusun langkah ini adalah membangun kekuatan bersama-sama. Saat ini baru tiga parpol, namun dia ingin semua parpol dengan visi yang sama dimasukkan ke dalam satu wadah. Sehingga masih ada kemungkinan menjalin kekuatan dengan parpol lain.
”Ya, kami ingin melakukan perubahan ekonomi Sragen.Walaupun kami beda partai, tapi kita tidak boleh gontok-gontokan,” bebernya.
Sementara Wahyu Dwi Setyaningrum selaku Ketua Gerindra Sragen saat dikonfirmasi terkait koalisi, dia berdalih sudah di pilpres. ”Lha kalau koalisi pilpres, Golkar kan juga sudah dipusat sudah sama Gerindra,” ujarnya.
Dia menekankan pertemuan tersebut sekadar silaturahmi antarketua parpol. Namun pihaknya komitmen untuk menjadikan Sragen lebih baik lagi.
”Tapi yang penting jalin silaturahmi dulu bersama para pimpinan partai. Kami kan di tempat acara itu nggak ngobrol soal politik. Itu acara tasyakuran,” ujar dia. (din/adi)
Editor : Damianus Bram