Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pembangunan Aula RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Telan Rp 4,1 Miliar

Ahmad Khairudin • Kamis, 21 September 2023 | 18:58 WIB
Ilustrasi RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen
Ilustrasi RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen

RADARSRAGEN.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soehadi Prijonegoro Sragen memiliki aula baru dengan kapasitas empat kali lipat lebih besar. Pembangunan aula ini menggunakan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Total pembangunan ini mencapai Rp 4,193 miliar.

Pembangunan tersebut atas dasar masukan bupati Sragen. Lantaran aula sebelumnya cukup sempit. Kapasitas hanya sekira 70 orang. Namun pembangunan aula yang berada di lantai tiga ini dialokasikan dalam dua kali penganggaran.

Sub Koordinator Perencanaan RSUD Sragen Krido Sulistyo menyampaikan, dalam pembangunannya dialokasikan sampai dua kali penganggaran. Pada 2022 dianggarkan Rp 1,46 miliar. Selanjutnya pada 2023 dialokasikan Rp 2,7 miliar. Sehingga total anggaran mencapai Rp 4,193 miliar. Karena dikerjakan dalam dua kali anggaran, prosesnya memakan waktu cukup lama. Pada 2022 proses pengerjaan selama 120 hari dan  pada 2023 selama 170 hari.

”Luas ruang aula 518,7 meter persegi dengan kapasitas tamu 430 tempat duduk tanpa meja dan selain tamu VIP. Luasnya empat kali lipat dari aula sebelumnya dengan daya tampung sekitar 70 an,” terang dia.

Dia menambahkan, sebagai penambahan fasilitas, aula ini menggunakan videotron yang didatangkan dari Surabaya dengan ukuran 4x2 meter. Selain itu penambahan fasilitas layanan audio visual yang membantu untuk kegiatan di dalam aula.

Dengan aula ini bisa menghemat anggaran untuk kegiatan. Seperti workshop, seminar pelatihan tenaga medis dan paramedis. Lantaran sebelumnya masih sering menyewa tempat lain lantaran tidak tersedia tempat yang representatif.

Krido menambahkan akses masuk aula ada 3 jalur, mulai dari pintu utama, Pintu IGD dan jalur tangga di atas cafe. Pihaknya juga mengantisipasi bencana dengan menyediakan APAR 2 unit serta Smoke detector.

”Nama ruangnya diusulkan bupati tadi, Aula Ashoka, diambil dari nama bunga berwarna merah.  Kalau dari bahasa sansekerta artinya bebas dari kesedihan,” terangnya. (din/adi)

Editor : Damianus Bram
#blud #rumah sakit umum daerah #RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen