RADARSOLO.COM - Perguruan silat di Kabupaten Sragen tumbuh sangat subur.
Ada banyak aliran perguruan silat yang masih eksis hingga kini. Pengikutnya juga mencapai ribuan.
Bahkan Ketua Forum Komunikasi Perguruan Silat Sragen (FKPSS) Agus Santoso mengklaim jumlah anggota perguruan silat di Sragen mencapai 10 persen dari total penduduk Kabupaten Sragen.
Sebagai catatan, jumlah penduduk Kabupaten Sragen pada 2024 mencapai 1 juta lebih. Artinya, 10 persennya mencapai 100 ribu orang.
Namun di sisi lain, Agus mengakui sering terjadi gejolak di kalangan anggota silat.
Tak jarang terjadi konflik kecil hingga tingkat kelompok saat momen tertentu seperti pengesahan anggota baru.
"Seperti kemarin gara-gara ada yang pakai helm berstiker (salah satu perguruan silat), jadi padu (bertengkar)," ujar Agus saat bertemu bupati Sragen terkait usulan pembentukan kampung silat dan padepokan bersama.
Nah, untuk mengatasi situasi semacam itu, FKPSS sudah berkoordinasi dengan forkompimda termasuk Kapolres Sragen. Untuk itu diusulkan pembentukan kampung silat dan padepokan bersama tersebut.
"Dengan padepokan bersama kami ingin menyatukan seluruh perguruan silat di Kabupaten Sragen," jelas Agus.
Berikut daftar perguruan silat yang tergabung di FKPSS:
1. PSHT cabang Sragen Pusat Madiun
2. PSHT cabang Sragen
3. PSHT 1922
4. Tapak Suci Putera Muhammadiyah
5. Garuda Sakti
6. Pagar Nusa
7. Persinas ASAD
8. Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI)
9. Perisai Diri
10. Kumbang Malam
11. Cempaka Putih
12. PSHW Tunas Muda Winongo (SH Winongo)
13. Keluarga Silat Asto Aji
14. Persaudaraan Mawas Diri
15. Persaudaraan Setia Hati (PSH)
16. Porsigal/Perguruan Silat Indah Garuda Loncat
17. Ki Ageng Pandan Alas
(din/adi)
Editor : Adi Pras