Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Proyek Jembatan Winong di Gondang Sragen Hadapi Tantangan Alam: Dua Kali Diterjang Banjir, Ini Progresnya

Ahmad Khairudin • Jumat, 17 Oktober 2025 | 02:20 WIB
Pembangunan ulang Jembatan Winong yang menghubungkan Kecamatan Gondang, Sragen dengan Kecamatan Sine, Ngawi, Jawa Timur. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Pembangunan ulang Jembatan Winong yang menghubungkan Kecamatan Gondang, Sragen dengan Kecamatan Sine, Ngawi, Jawa Timur. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pembangunan kembali Jembatan Winong di Sragen yang merupakan akses vital penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur, terus dikebut meski sempat diterpa cobaan alam.

Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Gondang, Sragen dan Kecamatan Sine, Ngawi yang ambruk pada Desember 2024 akibat hujan deras dan jebolnya Bendung Winong ini, menunjukkan progres signifikan.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyono menyampaikan, hingga saat ini, proyek tersebut telah mencapai progres 35 persen.

"Hasil pengawasan sementara cukup lancar. Memang musim hujan menjadi tantangan besar. Selama proses pembangunan, kami sempat terendam banjir hingga dua kali," jelas Bowo usai memantau kondisi lapangan, Rabu (15/10/2025) sore.

Meskipun demikian, ia tetap optimistis dengan progress pekerjaan.

"Kami berupaya keras untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu, sesuai target pada Desember 2025, meskipun ada kendala musim hujan," tegasnya.

Proyek pembangunan ulang Jembatan Winong ini dimulai sejak 28 Agustus 2025 dengan target penyelesaian ketat, yakni 25 Desember 2025 atau total 120 hari kalender.

Anggaran yang digelontorkan untuk infrastruktur strategis yang berlokasi di Dukuh Winong, Desa Tunggul, Kecamatan Gondang ini mencapai sekitar Rp 5,7 miliar.

Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Fungsinya yang menghubungkan dua kabupaten lintas provinsi menjadikannya urat nadi utama bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat Sragen dan Ngawi.

Vitalnya fungsi Jembatan Winong mendorong Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sragen untuk mendesak pengawasan intensif terhadap proyek ini.

Ketua DPD LPM Sragen, Dawam menyampaikan, karena sifatnya yang sangat vital, pengawasan harus dilakukan secara berlapis, baik oleh pemerintah maupun partisipasi aktif dari masyarakat.

"Jembatan ini vital bagi masyarakat, sehingga harus dilakukan pengawasan yang intens. Partisipasi pengawasan sangat penting, mulai dari proses pekerjaan, kualitas bahan baku, hingga ketepatan waktu pekerjaan yang harus sesuai target," ujar Dawam.

Mengingat sejumlah pembangunan jembatan kerap menjadi sorotan publik terkait kualitas dan waktu pengerjaan, Dawam secara khusus meminta DPU Sragen untuk bersikap serius dan transparan dalam pengawasan terhadap pelaksana pekerjaan.

”Saat ini seluruh mata tertuju pada proyek Jembatan Winong, kami berharap jembatan penghubung yang telah hancur itu segera berdiri lagi dan akses ekonomi kembali lancar,” ujarnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Sine Termino #Jembatan Winong #DPU Sragen #gondang #ngawi #sragen