RADARSOLO.COM – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Sragen menyoroti Proyek Inpres Jalan Desa (IJD) ruas Tanon-Bonagung.
Sorotan ini bukan masalah proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi, tetapi justru harus dicontoh proyek yang dikerjakan Pemkab Sragen dalam melaksanakan proyek-proyek infrastruktur di Bumi Sukowati.
Ketua LPM Kabupaten Sragen Dawam Rahardjo mengatakan, proyek IJD cukup baik. Misalnya proyek IJD ruas jalan Kalikobok-Bonagung, mutu beton 3,8 ada dua item pekerjaan talut dan pengecoran jalan.
Terkait talut kedalaman dan ketebalan sesuai dengan perencanaan. Termasuk juga rongga-rongga semua tertutup adukan.
Dawam mengaku sangat puas dengan hasil pekerjaan yang dilakukan pelaksana proyek. Ini tidak lepas dari ketatnya pengawasan yang dilakukan.
”Hasil konfirmasi dari salah satu konsultan semua pekerjaan diawasi dengan ketat. Seperti proyek IJD ruas jalan Kalikobok-Bonagung, ada dua item pekerjaan talut dan pengecoran jalan lantai dasar ketebalan,” kata Dawam, Rabu (19/11/2025).
Dia menyebut sejak awal pekerjaan, konsultan selalu standby di lapangan. Ketika pelaksana ada masalah, langsung memberikan pengarahan kepada pekerja.
”Material yang digunakan LPA pemadatan kemudian B 0, ketebalan 10 cm untuk cor atas 20 cm lebar 6 cm. Memuaskan,” ujarnya.
Dawam lantas meminta dinas teknis Pemkab Sragen yang memiliki proyek infrastruktur agar mencontoh proyek IJD.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Sragen Aribowo Sulistyo mengatakan, Pemkab Sragen tahun ini mendapatkan dua proyek IJD. Keduanya ruas Kebonromo-Ngrampal dan Bonagung-Tanon.
”Itu proyek dari pusat, jadi wewenang langsung Kementerian PU (Pekerjaan Umum). Paling kalau ada kendala baru minta bantuan kami, seperti di Bonromo itu minta dibukakan akses saja,” ujar Aribowo.
Ditanya perihal kualitas proyek IJD lebih baik dari pekerjaan pemerintah daerah, Aribowo tak menampik.
Karena IJD adalah proyek yang dibiayai anggaran pusat yang nominalnya lebih besar dari penganggaran daerah.
”Sebenarnya kalau itu IJD kan pakai beton FS, anggaran beda, lebih mahal tentunya juga lebih bagus,” ujar dia.
Dia menjelaskan untuk proyek APBD di Sragen, demi menjaga kualitas dilakukan pengawasan. Terdapat 85 paket, selesai 65 paket. Lantas yang belum selesai progres sudah lebih dari 75 persen.
”Kami ada pengawasan di lapangan dan konsultan pengawas, ada tim teknis juga,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras