RADARSOLO.COM- Semangat memajukan Gemolong sebagai "Kota Satelit" atau kecamatan kedua termaju di Kabupaten Sragen terus menggelora.
Puluhan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Gemolong Asri secara proaktif berdiskusi bersama Muspika Kecamatan Gemolong, membawa gagasan segar dan solusi konkret bagi tata kelola kota.
Inisiator kegiatan, Ari, mengatakan, paguyuban yang telah memiliki legalitas badan hukum ini menegaskan pentingnya sinergi antara elemen sipil dan pemerintah.
Baca Juga: Aksi Puluhan Ayah di Klaten Bacakan Buku Cerita untuk Anaknya di Taman Lampion, Begini Keseruannya
Langkah ini tidak berhenti di level kecamatan, mereka berkomitmen mengawal aspirasi ini mulai dari Kepala Desa, Camat, hingga Wakil Bupati dan Bupati Sragen demi kemajuan tanah kelahiran mereka.
"Gemolong ini adalah penyangga, akses vital yang menghubungkan Grobogan dan Boyolali. Potensinya besar, namun banyak pekerjaan rumah yang harus kita sentuh bersama, terutama wajah kota, lalu lintas, dan penataan pasar," ujar perwakilan Paguyuban dalam audiensi tersebut.
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah masalah klasik kemacetan yang kerap terjadi di jam-jam sibuk.
Sebagai jalur segitiga emas, Gemolong memerlukan rekayasa lalu lintas yang lebih tertata. Namun, visi paguyuban melangkah lebih jauh dari sekadar penertiban jalan.
Mereka menggulirkan wacana berani, yakni relokasi pasar. Kondisi pasar saat ini dinilai sudah terlalu semrawut dan menjadi salah satu biang kemacetan.
"Jika pasar direlokasi, ini bisa menjadi solusi ganda. Masalah lalu lintas terurai, dan lahan eks pasar bisa dimaksimalkan untuk fasilitas publik yang lebih mendesak, seperti perluasan rumah sakit," tambahnya menawarkan solusi jangka panjang.
Selain itu, kehadiran Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di Gemolong dipandang sebagai momentum emas untuk kemajuan wilayah Gemolong dan sekitarnya.
Paguyuban mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan serius pada pengelolaan Taman Edupark, yang diharapkan menjadi inkubator bagi keberlanjutan UMKM lokal seiring berkembangnya kota.
Menanggapi aspirasi tersebut, Camat Gemolong Nugroho Dwi Wibowo menyambut baik inisiatif warga.
Usai diskusi, Nugroho mengakui bahwa poin-poin yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi lapangan, terutama kemacetan pagi dan sore hari serta keluhan parkir di sekitar pasar.
"Semua masukan ini akan kami sampaikan ke dinas terkait," tegas Nugroho.
Terkait wacana pemindahan pasar, Nugroho mengungkapkan bahwa ide tersebut sejatinya sudah lama ada, namun kerap terbentur kendala anggaran.
"Usulan pemindahan pasar memang dari dulu sudah ada, tapi masalah anggaran jadi kendala. Semoga dengan adanya dorongan kembali dari Paguyuban Gemolong Asri ini, usulan tersebut bisa ditindaklanjuti lebih serius," harapnya.
Pertemuan ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan Kabupaten Sragen, khususnya Gemolong, tidak hanya berjalan satu arah, melainkan tumbuh dari kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat yang peduli akan masa depan kotanya. (din)
Editor : Tri wahyu Cahyono