RADARSOLO.COM – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dinilai menjadi momen penting untuk menyoroti peran sentral guru sekaligus tantangan yang masih dihadapi, khususnya terkait kesejahteraan.
Hal itu ditegaskan Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto. Dia mengatakan, guru adalah pahlawan utama pencerdas bangsa, namun mengakui kondisi kesejahteraan mereka di Sragen masih memerlukan perhatian serius.
”Tadi saya sampaikan bahwa guru adalah tonggak utama pahlawan mencerdaskan anak-anak bangsa dan negara. Namun, saya memohon maaf, kesejahteraan guru di Sragen belum merata,” ujarnya usai menghadiri peringatan HGN PGRI Cabang Sidoharjo, Selasa (25/11/2025).
Sugiyamto dengan jujur menyampaikan permohonan maaf kepada para guru atas kondisi kesejahteraan yang dinilainya belum merata di seluruh wilayah Sragen. Dia berjanji akan mendorong agar hal ini menjadi fokus utama.
Politisi PDIP ini optimistis tahun-tahun mendatang akan membawa perbaikan signifikan. Dia mendesak adanya pemetaan mendalam mengenai status dan kesejahteraan guru.
Mengingat adanya perbedaan status seperti guru PPPK dan PPPK paruh waktu. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, Sugiyamto memberikan sinyal positif terkait pemanfaatan anggaran.
”Kami tengah memetakan kesejahteraan guru, ada PPPK dan ada yang paruh waktu. Kami harapkan, dana bantuan operasional sekolah (BOS) dapat dimanfaatkan untuk tambahan gaji dan operasional,” jelasnya.
Dia secara spesifik menargetkan agar pada tahun anggaran 2026, dana tersebut sudah dapat dimanfaatkan untuk tambahan gaji bagi guru, khususnya yang berstatus PPPK paruh waktu.
Komisi IV DPRD Sragen menekankan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada guru yang sejahtera, tetapi juga pada fasilitas sekolah yang memadai.
”Tanpa fasilitas yang lengkap di sekolah, sekolah tidak bisa maju,” tegasnya.
Dia mengingatkan, anggaran pendidikan yang diputuskan bersama pemerintah daerah, adalah anggaran wajib yang harus dipikirkan dan diprioritaskan bersama-sama demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sragen.
Baca Juga: 1.442 Guru Honorer di Klaten Bakal Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu
Sementara Ketua PGRI Kecamatan Sidoharjo Teguh Budi Santoso menyoroti pentingnya kesejahteraan guru, terutama bagi yang masih berstatus honorer.
”Harapan kita, guru semakin sejahtera, terutama yang honorer, semoga segera diangkat. Meskipun sudah ada yang diangkat menjadi PPPK paruh waktu, kami berharap proses pengangkatan bisa terus dilakukan,” ujar Teguh. (din/adi)
Editor : Adi Pras