Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Digerus Bengawan Solo, Jalan Desa di Sragen Ini Bikin Ngeri-Ngeri Sedap

Ahmad Khairudin • Jumat, 16 Januari 2026 | 19:12 WIB
Jalan Dusun Sandang, Desa Kecik, Tanon, Sragen yang longsor tergerus Sungai Bengawan Solo, Jumat (16/1/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Jalan Dusun Sandang, Desa Kecik, Tanon, Sragen yang longsor tergerus Sungai Bengawan Solo, Jumat (16/1/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Curah hujan tinggi mengguyur Kabupaten Sragen dalam beberapa hari terakhir.

Akibatnya, jalan di Dusun Sandang RT 01 RW 02, Desa Kecik, Tanon longsor tergerus derasnya aliran Sungai Bengawan Solo. Akses jalan utama warga tersebut kondisinya kritis dan menggantung.

Pantauan Radarsolo.com di lokasi longsor, Jumat (16/1/2026), aliran Sungai Bengawan Solo cukup deras. Tanah di bawah jalan cor beton diketahui sudah amblas tergerus aliran sungai.

Kepala Desa Kecik Sukidi menjelaskan, titik longsor terparah berada di wilayah RT 02. Kedalaman longsor antara 10-15 meter, dengan panjang mencapai 10 meter.

“Kondisi jalan sudah menggantung. Jalan yang lebar awalnya 2,5 meter, sekarang sudah tergerus sekitar 1 meter di bawahnya. Ini sangat berbahaya, apalagi jika Sungai Bengawan Solo kembali meluap,” kata Sukidi.

Terkait upaya penanganan, pemerintah desa (pemdes) setempat sudah melapor ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Rencananya, perbaikan akan dilakukan Senin lusa (19/1/2026) secara manual.

“Kami diinstruksikan untuk mengumpulkan batang bambu. Senin, warga bersama BBWSBS akan gotong royong melakukan penanganan darurat dengan bambu dan bronjong pasir,” imbuh Sukidi.

Dodo, warga Desa Kecik menambahkan, ada dua titik longsor yang bikin waswas saat melintas.

“Bagian bawah cor semen sudah tidak ada tanahnya. Ibaratnya, jalan ini cuma menempel di udara. Kalau dipaksakan lewat, takutnya sewaktu-waktu ambrol,” ujarnya.

Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga secara swadaya memasang patok pembatas dari bilah bambu.

Selain itu, akses jalan ditutup total untuk kendaraan roda empat. Sedangkan sepeda motor diizinkan melintas dengan sistem satu jalur dan ekstra waspada.

“Kalau ingin lebih aman, sebenarnya ada jalur alternatif. Namun harus memutar sejauh sekitar 70 meter,” bebernya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sragen Endro Supriyadi mendorong perbaikan jalan yang longsor tersebut secepatnya.

Mengingat kawasan ini cukup padat penduduk. Selain itu, skala perbaikan harus permanen, bukan sekadar sementara atau darurat.

“Jalan ini adalah urat nadi bagi warga. Jika jalan ini putus total, mobilitas warga akan terhambat. Distribusi logistik juga terganggu,” jelasnya. (din/fer)

 

Editor : Adi Pras
#bengawan solo #bbwsbs #sragen #tanon #DPRD Sragen