RADARSOLO.COM–Jarak dan keterbatasan fisik kini bukan lagi penghalang bagi warga Kecamatan Sumberlawang, Sragen untuk memiliki dokumen kependudukan yang sah.
Lewat inovasi teranyar bertajuk “Melaku Disalami”, Pemerintah Kecamatan Sumberlawang resmi memulai babak baru pelayanan publik yang lebih "membumi".
Akronim dari Menjemput dan Melayani Administrasi Kependudukan bagi Disabilitas, Lansia, dan Masyarakat Miskin, program ini menjadi jawaban konkret atas keluhan kelompok rentan yang selama ini kesulitan mengakses kantor kecamatan.
Camat Sumberlawang Indarto Setyo Utomo menegaskan bahwa negara harus hadir.
Tapi Kondisi ekonomi yang sulit hingga hambatan mobilitas bagi penyandang disabilitas tak boleh menjadi alasan warga kehilangan hak sipilnya.
“Kami tidak ingin ada warga yang terpinggirkan hanya karena mereka tidak mampu datang ke kantor. Lewat Melaku Disalami, petugas dan tim inovasi yang justru 'sowan' langsung ke rumah warga,” ungkapnya.
Prosesnya dibuat ringkas namun presisi. Dimulai dari pendataan oleh pemerintah desa, data tersebut diverifikasi di tingkat kecamatan untuk kemudian dijadwalkan kunjungan lapangan.
Di teras-teras rumah warga, petugas melakukan perekaman KTP-el hingga pemutakhiran Kartu Keluarga (KK).
Bukan sekadar urusan selembar kertas, dokumen ini adalah "kunci" pembuka akses bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga pendidikan.
Tanpa Adminduk yang valid, masyarakat miskin justru akan semakin sulit mendapatkan hak-hak dasarnya.
Senyum semringah pun terpancar dari wajah Suparjanto, warga Barong, Desa Pendem.
Sebagai salah satu penerima manfaat, ia mengaku sangat terbantu.
Baca Juga: Parade Planet Hiasi Langit Solo Raya Sabtu Besok, Ada Fenomena Unik Konjungsi Bulan Dan Jupiter
Baginya, kehadiran petugas di depan pintu rumahnya adalah bentuk kepedulian nyata yang sangat dinanti.
“Inovasi Melaku Disalami ini benar-benar manfaatnya langsung terasa. Mantap sekali,” puji Suparjanto singkat.
Dengan gerakan jemput bola ini, Kecamatan Sumberlawang berharap angka kepemilikan dokumen kependudukan di wilayahnya bisa tuntas 100 persen.
Sebuah langkah kecil yang dampaknya besar,memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam gerbong pembangunan. (din)
Editor : Tri wahyu Cahyono