RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen tak main-main dalam memerangi angka pengangguran.
Melalui Program Unggulan (Progul) Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Bumi Sukowati tengah menyiapkan putra daerah untuk menembus pasar kerja internasional.
Tak tanggung-tanggung, mereka dibekali pelatihan intensif agar mampu menjebol ketatnya standar seleksi nasional (seleknas) magang ke Jepang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen Rina Wijaya menegaskan, program ini menggunakan skema Government to Government (G2G) melalui IM Japan.
Pemkab hadir melakukan intervensi berupa bimbel gratis, terutama bagi warga dari keluarga kurang mampu.
”Ini instruksi langsung Pak Bupati. Kami berikan kursus gratis sebagai bekal sebelum mereka bertarung di seleknas. Pelatihannya komplet, mulai kesamaptaan fisik, bahasa Jepang, hingga matematika dasar,” ujar Rina saat ditemui di Technopark Sragen, Minggu (1/3/2026).
Keseriusan pemkab terpampang nyata dari alokasi anggaran. Pada tahun 2026 ini, dana sebesar Rp 1,2 miliar digelontorkan dari APBD.
Dana tersebut digunakan untuk membiayai pihak ketiga selaku pelatih hingga menanggung biaya medical check-up (MCU) peserta.
Data Disnaker mencatat, dari 167 pendaftar, sebanyak 104 orang lolos hingga tahap MCU.
Setelah disaring kembali oleh tim IM Japan, kini tersisa 96 peserta yang tengah digembleng habis-habisan dalam pelatihan intensif.
”Sebanyak 96 orang ini kita siapkan untuk bertarung di Seleknas pada 6–10 April 2026 mendatang," imbuhnya.
Namun, Rina memberikan peringatan keras. Standar Jepang dikenal sangat tinggi dan disiplin.
Selain dilarang bertato dan memiliki bekas luka fisik, kondisi gigi pun harus rapi. Standar fisiknya pun tak main-main, setara dengan latihan militer, terutama dalam hal ketepatan waktu lari dan ketahanan fisik.
Rina pun mewanti-wanti para peserta agar memiliki tanggung jawab moral. Pasalnya, seluruh fasilitas yang mereka nikmati dibiayai oleh uang pajak masyarakat.
”Saat pembukaan, saya tegas sampaikan: kalian memakai uang rakyat. Tidak boleh mletre (menyerah, Red). Harus serius karena mulai MCU sampai pelatihan, semuanya dibayar negara," tegasnya.
Menariknya, Pemkab Sragen memberikan jaminan hingga titik akhir. Bagi warga miskin yang lolos seleksi namun terkendala biaya keberangkatan, Pemkab telah menggandeng Baznas Sragen.
Karena masuk kategori Asnaf (penerima zakat), biaya pemberangkatan akan di-backup penuh.
”Istilahnya, dari pelatihan sampai terbang kita upayakan gratis bagi yang benar-benar tidak mampu. Ini komitmen Pak Bupati untuk mengangkat kesejahteraan warga melalui jalur magang luar negeri," pungkas Rina. (din/adi)
Editor : Adi Pras