Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Sukodono Sragen Diamuk Puting Beliung: Belasan Rumah Rusak, Kerugian Capai Puluhan Juta

Ahmad Khairudin • Selasa, 3 Maret 2026 | 11:24 WIB

Dampak angin puting beliung di Kecamatan Sukodono, Sragen, Senin (3/2/2026) siang. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Dampak angin puting beliung di Kecamatan Sukodono, Sragen, Senin (3/2/2026) siang. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Langit di atas Kecamatan Sukodono, Sragen mendadak pekat, Senin siang (2/3/2026).

Tak lama berselang, hujan deras yang turun disertai angin kencang langsung menyapu pemukiman warga di Desa Karanganom sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibatnya fatal, belasan rumah porak-poranda dan pohon-pohon jati bertumbangan menutupi akses jalan utama.

Dampak paling parah dilaporkan terjadi di dua titik utama, yakni Dukuh Genengsari dan Dukuh Karanganom.

Warga sempat dicekam ketakutan saat suara gemuruh angin mulai menggetarkan atap rumah.

Meski tidak ada korban jiwa, total kerugian materiil ditaksir menembus angka Rp 44,5 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, berikut adalah sebaran kerusakan yang terjadi di Desa Karanganom.

Dampak amukan angin kencang di Desa Karanganom tersebar di beberapa titik dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Kerusakan paling parah melanda Dukuh Genengsari, tepatnya di wilayah RT 03, di mana tujuh teras rumah warga dilaporkan rusak berat dan empat pohon jati tumbang dengan estimasi kerugian mencapai Rp 38,5 juta.

Masih di dukuh yang sama, yakni di RT 01, sebuah rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dengan sekitar 100 genteng pecah yang ditaksir merugikan pemiliknya sebesar Rp 500 ribu.

​Sementara itu, di wilayah Dukuh Karanganom, kerusakan signifikan terpantau di RT 06 akibat dua rumah tertimpa pohon dan 400 genteng pecah dengan total kerugian Rp 4,4 juta.

Di RT 07, sebuah pohon jati yang tumbang menimpa kabel jaringan PLN mengakibatkan kerugian sekitar Rp 1,5 juta.

Adapun di RT 08, tercatat tiga unit rumah mengalami kerusakan kategori ringan dengan nilai kerugian materiil mencapai Rp 600 ribu.

Sesaat setelah badai mereda, tim gabungan dari Polsek Sukodono dan BPBD Sragen langsung terjun ke lokasi.

Di bawah sisa gerimis, petugas bersama warga berjibaku memotong batang pohon jati berdiameter besar yang melintang di jalan raya menggunakan gergaji mesin.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyassari melalui Kapolsek Sukodono memastikan bahwa kejadian ini murni faktor alam.

"Personel sudah kami kerahkan sejak laporan masuk. Fokus utama adalah membuka akses jalan yang lumpuh dan membantu warga mengamankan barang-barang dari rumah yang rusak," tegasnya.

Kerja keras tim lintas instansi membuahkan hasil. Dalam hitungan jam, puing-puing dan batang pohon berhasil dievakuasi sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Namun, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk waspada.

Mengingat saat ini merupakan masa peralihan musim, potensi hujan lebat yang dibarengi angin kencang diprediksi masih bisa terjadi sewaktu-waktu. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sukodono #sragen #Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari #puting beliung