Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Posko Mudik PSHT Sragen, Ada Pijat Gratis hingga H+5

Ahmad Khairudin • Selasa, 17 Maret 2026 | 19:29 WIB

Ketua PSHT Cabang Sragen Suwanto (tengah) menggelar jumpa pers terkait pendirian posko Lebaran 2026. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Ketua PSHT Cabang Sragen Suwanto (tengah) menggelar jumpa pers terkait pendirian posko Lebaran 2026. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Semangat Memayu Hayuning Bawono benar-benar dibumikan oleh keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen.

Menyongsong arus mudik Lebaran 2026, organisasi pencak silat legendaris ini tidak hanya siaga menjaga keamanan, tapi juga "pasang badan" untuk memanjakan para pemudik yang kelelahan.

Tak sekadar posko istirahat biasa, PSHT Sragen menyuguhkan layanan spesial yang jarang ditemui di rest area arus mudik yakni terapi pijat gratis.

Ketua PSHT Cabang Sragen Suwanto menegaskan, pendirian posko ini merupakan instruksi langsung untuk mengabdi kepada masyarakat.

Tahun ini, konsentrasi massa dan fasilitas dipusatkan di dua urat nadi utama Kabupaten Sragen yang dikenal padat kendaraan.

Pada sisi barat Kecamatan Masaran berlokasi di sekitar Lapangan Masaran. Titik ini menjadi filter utama kendaraan yang masuk dari arah Solo maupun Jogjakarta.

Sedangkan sisi timur di Kecamatan Sambungmacan berada di Desa Banaran, gerbang utama perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

”Target kami, Rabu (18/3/2026) besok posko sudah ready 100 persen. Kami ingin saudara-saudara kita yang pulang dari perantauan merasa disambut dengan hangat begitu masuk wilayah Sragen,” ujar Suwanto.

Layanan pijat gratis menjadi magnet utama posko ini. Para personel yang bertugas bukan sembarang orang, melainkan anggota yang memang memiliki keahlian khusus di bidang terapi fisik.

”Fasilitas standar seperti tempat istirahat, air minum, dan makan ala kadarnya jelas ada. Tapi yang spesial memang layanan pijat. Ini krusial bagi pemudik jarak jauh agar kondisi fisik kembali bugar dan fokus berkendara terjaga," tambah Suwanto.

Menariknya, posko ini sering kali menjadi ajang "temu kangen" dadakan. Banyak pemudik yang mengenakan atribut atau stiker organisasi sengaja menepi begitu melihat lambang PSHT.

Tak pelak, posko pun berubah menjadi ruang silaturahmi lintas provinsi yang penuh keakraban.

Aksi sosial PSHT Sragen ternyata tidak hanya berhenti di pinggir jalan raya. Sepanjang Ramadhan 2026, berbagai ranting bergerak masif menyisir warga kurang mampu.

Seperti Ranting Tangen Mendistribusikan 160 paket zakat fitrah di Desa Sigit. Kemudian Ranting Kedawung menebar 600 paket takjil dan 35 paket baksos kaum duafa.

”Kami instruksikan setiap ranting untuk bergerak mandiri. Cari data warga yang benar-benar membutuhkan, lalu eksekusi. Kami ingin menunjukkan bahwa pendekar itu tidak hanya jago bela diri, tapi juga harus peka secara sosial," tegasnya.

Posko mudik PSHT Sragen ini direncanakan tetap tegak berdiri melayani pemudik hingga H+5 Lebaran. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#lebaran #psht #rest area #sragen #solo #zakat fitrah #tangen #Kedawung #posko #psht sragen