
RADARSOLO.COM – Kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 449/Sukoharjo diharapkan tak sekadar memperkuat aspek keamanan, tetapi juga menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.
Terutama dalam mendukung program ketahanan pangan, kesehatan, hingga pembangunan daerah.
Komandan Yonif TP 449/Sukoharjo Mayor Inf. Edi Riwanto menjelaskan, batalyon infanteri yang dipimpinnya memiliki karakteristik berbeda dibanding yang lainnya.
Sebab ada fungsi sekaligus yang diemban, yakni pertempuran dan teritorial.
“Fungsi teritorial ada kompi pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi. Ke depan kami akan terus bekerja sama dengan Pemkab Sukoharjo, demi meningkatkan ketahanan pangan, kesehatan, maupun mendukung pembangunan daerah,” ungkap Edi saat ditemui di kawasan marshaling Yonif TP 449 di Desa Watu Bonang, Tawangsari, Kamis (9/7).
Edi menambahkan, kompi-kompi teritorial tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesejahteraan, perekonomian, serta kualitas kesehatan warga Kota Makmur.
Saat ini, personel Yonif TP 449 masih menempati kawasan marshaling di Kecamatan Tawangsari.
Nantinya setelah pembangunan markas batalyon di Kecamatan Polokarto rampung, mereka segera boyongan.
“Secara organisasi, kebutuhan personel 1.019 orang. Namun saat ini baru terpenuhi 437 personel,” jelasnya.




