Menurut Etik, meski luas wilayah Sukoharjo terkecil kedua setelah Kabupaten Kudus, namun menjadi daerah penyangga pangan di Jateng.
“Kabupaten Sukoharjo juga memiliki potensi produktivitas padi tertinggi se Jateng selama lima tahun terakhir, dengan surplus beras tidak kurang dari 119.792 ton," ujar bupati usai panen raya padi di Desa Tangkisan, Kecamatan Tawangsari, kemarin.
Ditambahkan bupati, pada 2020, Kota Makmur mampu memberikan kontribusi produksi padi sebanyak 310.778 ton. Etik berharap capaian itu dapat dipertahankan dan tingkatkan di tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, selain panen raya padi, pada kegiatan tersebut diserahkan bantuan dari pihak perbankan berupa dua unit sumur dalam untuk Desa Pojok dan Desa Tangkisan. Serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan perbaikan tanah berbasis mikroorganisme.
Etik meminta, seluruh petani dapat memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya, sehingga mendorong produksi padi maupun beras, dan Kota Makmur tetap menjadi lumbung padi Jateng. (kwl/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra