Kepala Dishub Kabupaten Sukoharjo Toni Sri Buntoro mengakui sejak portal pembatas ketinggian dipasang di sisi barat dan timur, underpass sudah beberapa kali rusak. Pasalnya kendaraan melebihi JBB 8,5 ton nekat melintas underpass.
”Padahal rambu-rambu sudah dipasang. Tapi, kendaraan berat sering coba-coba, siapa tahu muat, siapa tahu lolos. Akhirnya, sampai underpass memang ga muat, terlalu tinggi. Terus menabrak portal,” kata Toni Sri Buntoro, kemarin (10/4).
Toni mengapresiasi masyarakat sekitar Underpass Makamhaji yang meminta kendaraan berat yang nekat akan melintas untuk putar arah. Artinya, lanjut Toni, masyarakat sudah peka dan peduli serta mempunyai rasa memiliki terhadap jalan tersebut.
”Masyarakat sekitar sudah bagus. Kalau ada yang nekat, diminta mundur. Kalau jalan rusak lagi, masyarakat juga yang akan kena imbasnya,” bebernya.
Toni menyebut, pihaknya berencana menurunkan ukuran ketinggian portal underpass. Saat ini, ketinggian portal underpass setinggi 4 meter. ”Ini sedang kami kaji, akan kami turunkan jadi 3,5 meter,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan Toni, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo serius menjaga jalan underpass. Jika jalan awet, maka serah terima dari pusat ke daerah juga semakin cepat.
”Kami menyadari jika masih dikelola pusat, rehabilitasinya akan memakan waktu lama jika terjadi kerusakan. Maka, jika bisa dikelola daerah, perbaikan kerusakan akan cepat. Pusat urusannya kan bukan cuma Underpass Makamhaji saja,” tandasnya. (kwl/adi/dam) Editor : Damianus Bram