Bantuan tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo. Etik menjelaskan, bantuan modal ini dalam upaya menstimulasi peserta pelatihan, agar membuka usaha dan bisa mandiri. Sekaligus upaya pemkab dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Makmur.
“Bantuan ini tidak serta-merta diberikan. Karena Baznas melakukan survei dulu, agar bantuan tepat sasaran. Di mana tiap peserta mendapat bantuan Rp1,5 juta,” kata Etik.
Bupati meminta bantuan tersebut digunakan untuk memulai usaha. Bisa digunakan untuk membeli peralatan. “Saya minta dengan sangat, agar digunakan dengan benar. Jangan dipakai untuk membeli pulsa, kuota, atau buat belanja. Karena kesempatan tidak datang dua kali,” imbuhnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo Agustinus Setiyono menambahkan, bantuan modal usaha bagi peserta pelatihan BLK ini baru pertama digelontorkan. Merupakan kebijakan bupati, di mana bantuan diberikan dalam upaya menstimulasi peserta pelatihan untuk mandiri.
“Peserta pelatihan terdiri dari beberapa bidang. Seperti servis motor, menjahit, servis HP (handphone), dan lainnya. Semoga peserta memanfaatkan bantuan dengan baik,” harapnya.
Menurut Agustinus, bantuan ini merupakan upaya pemkab untuk memastikan agar peserta tidak menganggur setelah pelatihan. Namun langsung berwirausaha, bahkan membuka lapangan pekerjaan baru.
“Bisa buat tambah beli mesin jahit bagi yang latihan menjahit. Atau beli alat-alat servis motor, dan alat servis HP. Tentunya disesuaikan dengan bidang saat pelatihan,” tandasnya. (kwl/fer/dam) Editor : Damianus Bram