RADARSOLO.COM – Polres Sukoharjo menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo, Wahyu Dian Silviani, 33 di rumahnya di Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Selasa (12/9).
Tersangka Dwi Feriyanto, 23, warga Desa Tempel, Kecamatan Gatak, memperagakan sebanyak 22 adegan mulai dari peristiwa cekcok antara pelaku dan korban hingga dilakukannya pembunuhan. Rekonstruksi tersebut dihadiri pihak keluarga, kuasa hukum korban, dan sejumlah perwakilan dari UIN Raden Mas Solo.
Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit melalui Kapolsek Gatak AKP Hadi Sumaryono mengatakan, rekonstruksi dilakukan di tiga lokasi berbeda dengan 22 adegan. Lokasi pertama yaitu di rumah rekan korban, lokasi kedua di Sungai Blimbing tempat pelaku membuang barang bukti pisau pemotong daging. Kemudian, lokasi ketiga di tempat pelaku membakar bajunya yang terkena noda darah.
"Rekonstruksi dilakukan oleh Polsek Gatak, di-backup oleh Polres Sukoharjo," kata Hadi, Selasa (12/9).
Menurut Hadi, pelaku sudah merencanakan pembunuhan selama tiga hari. Selama tiga hari itu, pelaku berupaya masuk ke rumah milik Adelia, yang menjadi tempat tinggal sementara Wahyu Dian Silviani lantaran rumahnya tengah direnovasi. Baru di hari ketiga, pelaku bisa masuk.
"Saat ini, Adelia belum dilakukan pemeriksaan karena berada di Madiun usai melahirkan. Kemungkinan nanti penyidik kami yang ke sana," ucap Hadi. (kwl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria