Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Debit Air dari Saluran Irigasi Dam Colo Masih Kecil, Masa Tanam di Desa Pranan Molor

Iwan Kawul • Rabu, 13 Desember 2023 | 18:02 WIB
BUTUH SOLUSI: Kades Pranan, Kecamatan Polokarto memeriksa pasokan air irigasi di Embung Pronojoyo, kemarin (12/12).
BUTUH SOLUSI: Kades Pranan, Kecamatan Polokarto memeriksa pasokan air irigasi di Embung Pronojoyo, kemarin (12/12).

RADARSUKOHARJO.COM – Musim tanam (MT) 1 di Desa Pranan, Kecamatan Polokaro mundur dari jadwal. Karena minimnya pasokan air irigasi.

Meskipun sudah masuk musim penghujan, namun debit air dari saluran irigasi Dam Colo yang mengalir masih kecil.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur Sarjanto menjelaskan, informasi dari Perum Jasa Tirta, tinggi muka air (TMA) Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri hanya 126,5 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Angka tersebut masih belum mencukupi syarat minimal TMA 127 mdpl, untuk mengairi lahan persawahan.

“Tapi saluran irigasi Dam Colo telah dibuka pada Sabtu (9/12) lalu, meski belum optimal,” kata Sarjanto yang akrab disapa Jigong ini, kemarin (12/12).

Menurut Jigong, petani masih menunggu air hujan yang mencukupi untuk memulai MT 1. Kendati demikian sudah ada beberapa petani yang mengolah lahannya.

Sehingga kemungkinan musim tanam hingga panen raya di Sukoharjo tidak akan serentak.

“Misalnya di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto. Beberapa petani telah mengolah lahan, karena sumur alternatifnya cukup untuk mengairi persawahan,” papar Jigong.

Jigong menambahkan, curah hujan di daerah tangkapan air di atas WGM intensitasnya masih rendah.

Meski jadwal MT mundur, para petani menargetkan 1-15 Januari 2024 sudah selesai menanam padi.

“Kami memohon kepada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), agar tidak hanya mengambil air dari Waduk Gajah Mungkur saja. Tetapi juga memanfaatkan air luapan dari Sungai Bengawan Solo dan Sungai Walikan di atas Dam Colo,” beber Jigong.

Selain itu, BBWSBS juga diminta menutup pintu air Dam Colo. Sehingga aliran Sungai Walikan maupun yang berada di Dam Colo bisa mengalir ke saluran Induk Colo Timur.

“Karena ini bersamaan dengan MT 1, baik di Sukoharjo, Karanganyar, dan lainnya. Sehingga mengalirnya air meskipun minim bisa dimanfaatkan untuk mengolah lahan. Sehingga nanti bergiliran. Kalau hanya cukup di Kecamatan Nguter, ya untuk Nguter dulu,” papar Jigong. (kwl/fer)

Editor : Damianus Bram
#irigasi #sawah #Dam Colo #Desa Pranan #musim tanam