RADARSOLO. COM - Lahan pertanian seluas 5 hektare di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo diduga tercemar air limbah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo langsung mengambel sampel air limbah tersebut untuk diuji laboratorium.
Ketua Gapoktan Tani Mulyo Kelurahan Sonorejo Bambang mengatakan, lahan pertanian yang diduga tercemar limbah seluas 5 hektare. Lokasi lahan pertanian itu hanya berjarak 100-200 meter dari lokasi sumber pencemaran.
“Cairan limbah dibuang di dekat sungai kecil yang airnya mengalir ke lahan pertanian. Kesuburan lahan pertanian menjadi berkurang. Otomatis, saat masa panen juga tidak bisa maksimal,” keluh Bambang, Selasa (28/5).
Menurut Bambang, pencemaran lahan pertanian akibat limbah cair pabrik daur ulang plastik. Sudah terjadi sejak 2 tahun lalu. Semula pabrik itu memproduksi hebel atau bata ringan. Saat itu, tidak ada masalah yang ditimbulkan.
"Tiba-tiba, pabrik beralih daur ulang plastik sejak 2 tahun lalu. Nah, persoalan mulai muncul hingga sekarang,” ujar dia.
Seorang pengawas lingkungan hidup DLH Sukoharjo Ihsan Fauzi mengatakan, telah mengambil sampel cairan limbah pabrik daur ulang plastik. Sampel cairan itu diuji laboratorium, untuk memastikan baku mutunya.
Ihsan juga memberi solusi terkait pengolahan limbah cair pabrik. Manajemen pabrik diminta membuat sumur dangkal dengan mendaur ulang limbah cair.
“Jadi limbah cair yang telah melalui proses pendinginan tidak langsung dibuang. Nanti akan menguap sendiri. Kami telah melakukan pembinaan terhadap manajemen pabrik agar memperketat proses pengolahan limbah cair. Yang jelas ada solusi bagi kalangan petani dan pabrik,” papar dia. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto