RADARSOLO.COM – Menjelang Idul Fitri 1446 H/2025, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sukoharjo menunjukkan tren yang bervariasi.
Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, beberapa tetap stabil, sementara lainnya justru turun.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan di lima pasar utama, yakni Pasar Ir. Soekarno, Bekonang, Tawangsari, Kartasura, dan Kemasan terlihat bahwa dinamika harga ini dipengaruhi oleh faktor permintaan, pasokan, serta kondisi cuaca yang berpengaruh terhadap produksi dan distribusi barang.
Dari data yang dihimpun dalam periode 11 Maret hingga 27 Maret 2025, beberapa bahan pokok utama seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng relatif stabil.
Harga beras premium masih bertahan di Rp14.000/kg, sedangkan beras medium di Rp13.000/kg. Gula pasir pun tidak mengalami perubahan, tetap di angka Rp17.500/kg.
Demikian pula dengan minyak goreng curah yang tetap berada di harga Rp18.000/kg dan minyak goreng kemasan premium yang stabil di Rp21.250/liter.
Namun, terdapat penurunan pada harga minyak goreng biasa, dari Rp19.625/liter menjadi Rp16.125/liter, yang masih perlu dikonfirmasi penyebab pastinya.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, terutama bahan pangan yang banyak dibutuhkan saat menjelang lebaran.
Daging sapi, misalnya, mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga daging paha depan naik dari Rp113.000/kg menjadi Rp121.250/kg atau sekitar 7,3 persen.
Sementara itu, daging has dalam (tenderloin) juga mengalami kenaikan dari Rp122.000/kg menjadi Rp127.500/kg, atau naik 4,5 persen.
Menurut Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo Iwan Setiono, kenaikan ini terjadi karena meningkatnya permintaan daging sapi menjelang perayaan Idul Fitri, sementara pasokan masih terbatas.
Selain daging sapi, harga beberapa bahan pangan lain seperti cabai merah dan bawang merah juga mengalami peningkatan.
"Harga cabai merah yang sebelumnya berada di angka Rp43.750/kg kini naik menjadi Rp45.000/kg atau meningkat sekitar 2,9 persen," katanya.
Kenaikan serupa terjadi pada bawang merah, yang juga mengalami lonjakan harga dengan persentase yang sama. Musim penghujan yang masih berlangsung turut memengaruhi produksi dan pasokan komoditas ini, sehingga menyebabkan harga melonjak.
"Namun, tidak semua harga bahan pokok mengalami kenaikan. Beberapa justru turun cukup signifikan, seperti cabai rawit hijau yang mengalami penurunan dari Rp56.900/kg menjadi Rp51.750/kg, atau turun sekitar 9 persen. Penurunan yang lebih tajam terjadi pada ikan kembung, dari Rp29.800/kg menjadi Rp25.250/kg atau turun hingga 15,3 persen," bebernya.
Menurut Iwan Setiono, terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga kebutuhan pokok ini.
Pertama, meningkatnya permintaan menjelang lebaran, terutama untuk daging, telur, serta bahan-bahan kue seperti tepung dan gula.
Kedua, faktor distribusi dan logistik, di mana cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan keterlambatan distribusi, yang pada akhirnya berpotensi menaikkan harga.
Ketiga, kebijakan pemerintah dalam upaya stabilisasi harga melalui operasi pasar murah dan pengawasan ketat di tingkat pedagang untuk mencegah spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.
"Kami akan terus memantau dan mengintervensi pasar jika terjadi gejolak harga yang tidak wajar," tegas Iwan Setiono. (kwl)
Editor : Damianus Bram