RADARSOLO.COM- Personel BPBD Sukoharjo, TNI-Polri, BBWS, relawan, serta masyarakat melakukan aksi mitigasi bencana di Dukuh Sigran, RW 6, Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Minggu (7/9).
Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan dua rumpun bambu yang roboh dan menutup aliran sungai.
Dua rumpun bambu berukuran besar roboh, menutup aliran sungai.
Bagi sebagian orang mungkin tampak sepele, tetapi bagi warga Geneng dan BPBD Sukoharjo, kondisi ini adalah ancaman serius.
Bila dibiarkan, saat hujan deras datang, air bisa meluap dan menggenangi permukiman di sekitar aliran sungai.
“Ini bagian dari mitigasi bencana. Rumpun bambu yang menutup aliran sungai kalau tidak segera ditangani bisa menimbulkan banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo yang memimpin giat tersebut.
Mitigasi Tidak Harus Menunggu Bencana Datang
Ditegaskan Ariyanto, keterlibatan lintas sektor menjadi kunci dalam penanganan potensi bencana sejak dini.
Sedikitnya 75 orang terlibat dalam giat gotong royong ini.
Proses pembersihan dilakukan dengan peralatan manual dan dibantu mesin pemotong untuk mempercepat penanganan.
Rumpun bambu yang berdiameter besar dipotong menjadi beberapa bagian agar lebih mudah diangkat dari aliran sungai.
Baca Juga: Tujuh Sepeda Motor di Video Viral Rombongan Konvoi Ugal-ugalan Diamankan Polres Klaten
Ariyanto menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat.
“Mitigasi tidak harus menunggu bencana datang. Justru dengan langkah pencegahan seperti ini, risiko dapat ditekan sekecil mungkin. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan warga sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama,” katanya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya daerah aliran sungai.
Sampah dan pohon roboh yang dibiarkan menutup aliran sungai dapat menjadi ancaman serius saat musim hujan tiba. (kwl)
Editor : Tri wahyu Cahyono