Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jumlah Siswa Hanya 16, Disdikbud Sukoharjo Pertahankan SD Negeri Klaseman: Buka Peluang CSR Rp 500 Juta

Iwan Kawul • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 23:47 WIB
Plt Kepala Disdikbud Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, melakukan sidak ke SD Negeri Klaseman, Kecamatan Gatak, satu-satunya sekolah dasar negeri di Desa Klaseman.
Plt Kepala Disdikbud Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, melakukan sidak ke SD Negeri Klaseman, Kecamatan Gatak, satu-satunya sekolah dasar negeri di Desa Klaseman.

RADARSOLO.COM – Langkah cepat dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo untuk menjaga keberlangsungan sekolah negeri di wilayahnya.

Plt Kepala Disdikbud Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Negeri Klaseman, Kecamatan Gatak, satu-satunya sekolah dasar negeri di Desa Klaseman.

SD Negeri Klaseman menjadi perhatian khusus karena jumlah siswanya sangat memprihatinkan, yaitu hanya 16 siswa dari kelas I hingga VI.

Kondisi ini disebabkan oleh banyaknya sekolah berbasis keagamaan di sekitar wilayah tersebut yang menjadi alternatif pilihan orang tua.

Rehabilitasi Rp 500 Juta dan Krisis Tenaga Pengajar

Dari hasil peninjauan, Havid Danang menemukan dua persoalan mendesak, yakni kekurangan tenaga pengajar, dimana masalah ini akan segera dibenahi oleh Disdikbud.

Kemudian kondisi fisik sekolah yang memprihatinkan, dimana bangunan, terutama bagian atap dan plafon, sudah tidak layak dan berbahaya.

Havid menegaskan, pihaknya akan berkolabolari lintas sektoral dan membuka peluang untuk program Corparate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan untuk rehabilitasi ringan dengan total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

Rencananya, enam ruang akan direhab, termasuk ruang guru dan perpustakaan, untuk memastikan anak-anak belajar dalam kondisi aman dan nyaman.

Strategi Baru: Integrasi Tahfiz dan Tilawah

Meskipun jumlah muridnya sedikit, Disdikbud berkomitmen mempertahankan sekolah ini agar tidak di-regrouping, sesuai permintaan Kepala Desa Klaseman.

Sebagai langkah strategis, Disdikbud mendorong kolaborasi antara sekolah dengan tokoh agama setempat.

“Topografi sosial masyarakat Klaseman ini sangat agamis. Karena itu, kami mendorong agar kegiatan seperti tahfiz dan tilawah bisa menjadi bagian dari rutinitas di sekolah,” papar Havid.

Harapannya, integrasi nilai-nilai keagamaan ini dapat menumbuhkan karakter anak-anak sekaligus menambah daya tarik bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SD Negeri Klaseman. (kwl)

Editor : Damianus Bram
#Havid Danang Purnomo Widodo #Desa Klaseman #SD Negeri Klaseman #disdikbud sukoharjo #sidak #inspeksi mendadak