RADARSOLO.COM–Fenomera Fun Run tak sekadar menjadi ajang olahraga lari semata.
Kegiatan ini dinilai memberi dampak positif bagi sektor ekonomi, pariwisata, hingga pelestarian budaya lokal di Kabupaten Sukoharjo.
Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo yang ditemui usai kegiatan Grogol Fun Run di Sentra Niaga Solobaru, Kecamatan Grogol, Minggu (28/12) mengatakan, tren event lari saat ini berkembang sangat pesat dan diminati masyarakat lintas daerah.
Menurutnya, event lari menjadi alternatif aktivitas positif yang mampu menyatukan masyarakat untuk berolahraga bersama sekaligus bersosialisasi.
“Event-event lari sekarang memang menjadi tren yang cukup populer. Ini menjadi salah satu alternatif untuk kita bisa bareng-bareng, ketemuan olahraga bareng, sehat bareng, dan lari menjadi pilihannya. Peminatnya luar biasa, rata-rata event bisa di atas seribu peserta,” ujar Eko.
Ia menyebutkan, Grogol Fun Run menjadi bagian dari sport tourism yang mampu mengakomodasi peserta dari dalam maupun luar Kabupaten Sukoharjo.
Dampaknya pun dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, sektor perhotelan, hingga pusat perbelanjaan dan kuliner di sekitar lokasi kegiatan.
“UMKM ikut menggeliat, hunian hotel atau okupansi juga bisa meningkat. Kemudian pusat perbelanjaan dan kuliner juga semuanya bisa laris. Artinya dampaknya cukup positif,” jelasnya.
Pemkab Sukoharjo, lanjut Eko, selama ini memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event-event semacam ini, baik dari sisi perizinan maupun dukungan lainnya.
Menurutnya, manfaat kegiatan tersebut akan kembali ke masyarakat dalam bentuk perputaran ekonomi dan gaya hidup sehat.
“Pemerintah daerah tentu mendukung, karena semuanya akan kembali ke masyarakat dampak positifnya,” tegasnya.
Baca Juga: Razia Tempat Hiburan Malam, Polres Sukoharjo Dapati Wanita Asal Wonogiri dan Grogol Positif Narkoba
Sementara itu, Anggota DPRD Sukoharjo dari daerah pemilihan Grogol Pradistya Fiqri Bagaskoro menyampaikan, even lari khususnya Grogol Fun Run diselenggarakan untuk mengampanyekan olahraga sekaligus mengenalkan potensi budaya yang ada di Grogol dan Kabupaten Sukoharjo secara umum.
“Alhamdulillah total peserta mencapai lebih dari 1.500 orang dan antusiasmenya sangat luar biasa. Kegiatannya sangat seru,” ungkap Pradistya.
Selain lari, panitia juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan hiburan, mulai dari tarian tradisional, Orkes Melayu Lorenza, DJ, hingga sajian jamu gratis sebagai ciri khas Sukoharjo yang dikenal sebagai Kota Jamu.
Tarian khas Sukoharjo seperti Kebo Kinul juga turut ditampilkan untuk memperkenalkan budaya lokal kepada peserta.
“Kami ingin menggelorakan semangat olahraga, semangat berbudaya, dan nguri-nguri budaya. Harapannya, anak-anak muda berani tampil dan menunjukkan potensinya,” ujarnya.
Ke depan, Pradistya menyebutkan, besarnya antusiasme masyarakat menjadi modal kuat untuk kembali menggelar Grogol Fun Run jilid kedua pada 2026 mendatang, sesuai harapan masyarakat dan pecinta olahraga lari di Sukoharjo dan sekitarnya. (kwl)
Editor : Tri wahyu Cahyono