RADARSOLO.COM – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sukoharjo melakukan dua kali evakuasi ular piton di lokasi berbeda pada Minggu (8/2) dini hari. Aksi penyelamatan tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Kartasura dan Polokarto, menyusul laporan warga yang resah dengan kemunculan ular berukuran besar di sekitar permukiman.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Sukoharjo Margono menjelaskan, laporan pertama diterima sekitar pukul 02.27 WIB dari seorang warga bernama Arum. Ular piton dilaporkan masuk ke rumah warga di Jalan Gajahan, wilayah perbatasan Desa Gonilan–Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak. Proses evakuasi dimulai pukul 03.03 WIB dan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Margono.
Dalam penanganan tersebut, Damkar Sukoharjo menurunkan tiga personel, yakni Didit, Gatot, dan Karwoko, dengan dukungan peralatan khusus rescue ular, alat pelindung diri (APD), serta armada Escudo. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
Margono menambahkan, kemunculan ular piton pertama kali diketahui oleh sejumlah anak muda yang baru pulang dari aktivitas malam mingguan. Saat melintas, mereka melihat seekor ular besar masuk ke rumah warga, hingga akhirnya menghubungi Damkar Sukoharjo untuk meminta bantuan.
Selang kurang dari dua jam, laporan kedua kembali masuk pada pukul 03.41 WIB. Kali ini, warga bernama Riska melaporkan adanya ular piton di Bugel Lor RT 03/04, Desa Bugel, Kecamatan Polokarto. Ular tersebut diketahui berada di sekitar kandang ayam milik warga.
“Ibu Riska terbangun karena mendengar suara ayamnya ribut terus-menerus. Setelah dicek, ternyata ada ular besar di sekitar kandang. Warga langsung menghubungi kami,” jelas Margono.
Petugas Damkar kembali melakukan evakuasi yang dimulai pukul 04.04 WIB. Tim yang terdiri dari Karwoko, Gatot, dan Didit berhasil mengamankan ular piton tersebut dengan peralatan standar rescue. Seperti kejadian sebelumnya, evakuasi berlangsung aman dan tidak menimbulkan korban.
Margono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat musim hujan, karena kemunculan ular kerap terjadi di area permukiman.
“Jika warga menemukan hewan liar berbahaya, jangan mencoba menangani sendiri. Segera hubungi Damkar agar bisa ditangani secara aman,” tegasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto