Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Geger! Tak Diizinkan Salat Id Di Masjid, Puluhan Kokam Geruduk Balai Desa Kedungwinong Nguter, Kades: Ikuti Pemerintah

Iwan Kawul • Jumat, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Puluhan anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Sukoharjo geruduk Balai Desa Kedungwinong, Jumat (20/3).
Puluhan anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Sukoharjo geruduk Balai Desa Kedungwinong, Jumat (20/3).

RADARSOLO.COM – Suasana tegang mewarnai Balai Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Sukoharjo Jumat (20/3) pagi.

Puluhan anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) geruduk balai desa setempat untuk tabayun.

Menyusul beredarnya informasi terkait dugaan kepala desa (kades) tidak memberikan izin pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Jami’ul Khoir.

Kedatangan rombongan Kokam tidak berlangsung biasa. Sekira pukul 09.00 WIB, tiga unit ambulans yang mengangkut belasan personel tampak memasuki wilayah desa.

Awalnya, rombongan sempat menuju rumah Kades Kedungwinong Miyadi. Namun, proses klarifikasi akhirnya dialihkan ke Balai Desa Kedungwinong.

Situasi di lokasi terpantau cukup dinamis, namun tetap kondusif. Aparat keamanan dan jajaran Forkompimca Nguter sudah bersiaga mengawal jalannya mediasi.

Sejumlah personel dari kepolisian dan TNI tampak berjaga untuk memastikan tidak terjadi gesekan di lapangan.

Informasi yang beredar sebelumnya, bermula dari pesan yang disampaikan kades melalui grup WhatsApp.

Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak memberikan izin pelaksanaan Salat Id di Masjid Jami’ul Khoir, Dusun Kedungwinong pada Jumat (20/3).

Kades merujuk kesepakatan, bahwa Salat Id hanya dilaksanakan di lapangan desa, mengikuti keputusan pemerintah pada Sabtu (21/3) besok.

Pesan tersebut kemudian memicu reaksi dari sejumlah pihak, termasuk Kokam Sukoharjo, yang menganggap perlu dilakukan klarifikasi langsung.

Seruan untuk melakukan tabayun pun disebarkan kepada anggota Kokam, dengan titik kumpul di Masjid Saba’ Sukoharjo sebelum bergerak ke lokasi.

Di Balai Desa Kedungwinong, proses mediasi kini tengah berlangsung.

Perwakilan Kokam, pemerintah desa, serta unsur Forkompimca Nguter duduk bersama untuk mencari kejelasan dan titik temu atas persoalan tersebut.

Hingga laporan ini diturunkan, jalannya tabayun masih berlangsung.

Aparat terus mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog demi menjaga kondusivitas wilayah. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Nguter sukoharjo #kokam sukoharjo #Desa Kedungwinong nguter #Forkompimca nguter #sukoharjo #salat id #Kades Kedungwinong nguter tolak salat id