Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Buntut Pelarangan Salat Idulfitri di Lokasi Tertentu, Kades Kedungwinong Sukoharjo Minta Maaf

Iwan Kawul • Jumat, 20 Maret 2026 | 16:05 WIB

Miyadi, Kades Kedungwinong, Nguter, Sukoharjo membacakan klarifikasi dan permintaan maaf di balai desa setempat, Jumat (20/3/2026).
Miyadi, Kades Kedungwinong, Nguter, Sukoharjo membacakan klarifikasi dan permintaan maaf di balai desa setempat, Jumat (20/3/2026).

RADARSOKO.COM - Menyusul beredarnya isu pelarangan salat Idulfitri di Desa Kedungwinong, Nguter, Sukoharjo, puluhan anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Sukoharjo mendatangi balai desa setempat guna melakukan tabayyun, Jumat (20/3/2026) pagi.

Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan KOKAM yang datang menumpang tiga unit ambulans sempat merapat ke kediaman Kepala Desa (Kades) Kedungwinong Miyadi, sebelum akhirnya diarahkan ke balai desa.

Proses mediasi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, TNI, serta jajaran Forkompincam Nguter guna mencegah terjadinya gesekan.

Polemik ini dipicu oleh pesan WhatsApp istri Kades, Ngatini, di grup ibu-ibu RT yang menyatakan bahwa pemerintah desa tidak mengizinkan salat id di Masjid Jami’ul Khoir pada Jumat (20/3).

Alasannya, sudah ada kesepakatan salat terpusat di lapangan desa pada Sabtu (21/3).

Isu ini makin liar di media sosial dengan tambahan narasi pembubaran paksa oleh Kades hingga intimidasi dari Babinsa yang melabeli kegiatan tersebut ilegal.

Faktanya, Pengurus Ranting Muhammadiyah Kedungwinong, Zuki, menjelaskan bahwa pembatalan salat id tersebut adalah keputusan sepihak panitia demi keselamatan jamaah.

"Kami sudah siap, tapi saya tidak bisa menjamin keselamatan jamaah, apalagi setelah ada informasi dari Babinsa. Kalau terjadi sesuatu, saya tidak bisa bertanggung jawab," ungkapnya.

Merespons kesimpangsiuran tersebut, Komandan Daerah KOKAM Sukoharjo, Yusuf Fa’iquddin, menegaskan kehadiran mereka murni untuk mengklarifikasi segala narasi intimidasi dan pelarangan tersebut, bukan sebagai bentuk aksi tekanan.

Setelah melalui dialog yang cukup alot, Kades Kedungwinong, Miyadi, akhirnya merilis pernyataan resmi.

Ia meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan menepis tegas isu pembubaran salat id.

Baca Juga: Memancing Gratis Sambil Menikmati Senja di Rowo Jombor, Destinasi Nyore Favorit Warga Klaten

Miyadi juga resmi mencabut kesepakatan sebelumnya yang membatasi pelaksanaan salat hanya di satu waktu dan lokasi.

"Kami akan memfasilitasi dan tidak membatasi pelaksanaan salat Idulfitri maupun Iduladha di Desa Kedungwinong," tegas Miyadi dalam surat pernyataannya.

Ia berkomitmen penuh mengakomodasi seluruh ormas Islam agar ibadah berjalan aman dan kondusif, sehingga situasi di desa kembali mereda. (kwl)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Pelarangan Salat id #minta maaf #kokam sukoharjo #Desa Kedungwinong nguter #kades #sukoharjo