alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Antisipasi Risiko Kecelakaan, Ini Tips Safety Riding Ala Yamaha

RADARSOLO.ID – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di wilayah hukum Polda Jateng menjadi keprihatinan bagi banyak pihak.

Subditgakkum Ditlantas Polda Jateng Kompol Hary Ardianto mengatakan, dalam periode Juli sampai Desember 2020, terdapat 9.423 kasus lakalantas. Dari data tersebut, diketahui rata-rata ada 52 kejadian lakalantas setiap harinya di wilayah Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, dalam sebuah aktivitas podcast Yamaha Riding Academy (YRA) Jawa Tengah, Erwin Sinaga, instruktur YRA Semarang mengungkapkan perlunya memastikan kondisi motor yang dikendarai. Sebelum berkendara motor harus dalam kondisi baik dan jangan asal mengganti sparepart bawaan dari pabrik.

”Apabila kita asal mengganti sparepart, maka akan membahayakan bagi pengendara,” papar Erwin.

Erwin mencontohkan yang jamak terjadi adalah penggantian spion. Tak dapat dimungkiri bahwa spion adalah komponen vital saat berkendara. Sehingga tidak diperkenankan untuk diganti. Apalagi dengan yang ukuran yang lebih kecil akan mengganggu pandangan di belakang.

Selain itu, Kevin Mahardika dari klub Yamaha WR 155 Semarang menambahkan perlunya mengubah mindset naik motor race menjadi safety riding di jalan. Fokus dan konsentrasi saat berkendara sangat diperlukan dan menjadi pokok utama dalam berkendara.

”Berkendara dengan aman di jalan lebih penting dari sekadar kebut-kebutan karena di jalan raya bukan ajang balapan,” pungkas Kevin. (*/ria)

RADARSOLO.ID – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di wilayah hukum Polda Jateng menjadi keprihatinan bagi banyak pihak.

Subditgakkum Ditlantas Polda Jateng Kompol Hary Ardianto mengatakan, dalam periode Juli sampai Desember 2020, terdapat 9.423 kasus lakalantas. Dari data tersebut, diketahui rata-rata ada 52 kejadian lakalantas setiap harinya di wilayah Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, dalam sebuah aktivitas podcast Yamaha Riding Academy (YRA) Jawa Tengah, Erwin Sinaga, instruktur YRA Semarang mengungkapkan perlunya memastikan kondisi motor yang dikendarai. Sebelum berkendara motor harus dalam kondisi baik dan jangan asal mengganti sparepart bawaan dari pabrik.

”Apabila kita asal mengganti sparepart, maka akan membahayakan bagi pengendara,” papar Erwin.

Erwin mencontohkan yang jamak terjadi adalah penggantian spion. Tak dapat dimungkiri bahwa spion adalah komponen vital saat berkendara. Sehingga tidak diperkenankan untuk diganti. Apalagi dengan yang ukuran yang lebih kecil akan mengganggu pandangan di belakang.

Selain itu, Kevin Mahardika dari klub Yamaha WR 155 Semarang menambahkan perlunya mengubah mindset naik motor race menjadi safety riding di jalan. Fokus dan konsentrasi saat berkendara sangat diperlukan dan menjadi pokok utama dalam berkendara.

”Berkendara dengan aman di jalan lebih penting dari sekadar kebut-kebutan karena di jalan raya bukan ajang balapan,” pungkas Kevin. (*/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/