alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Motor Lama Digarasi? Lakukan Ini Biar Aman

SEMARANG – Bulan ini merupakan masa yang menantang. Level pandemi Covid-19 tinggi. Sehingga pemerintah keluarkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Turunnya mobilitas masyarakat, membuat kendaraan seperti sepeda motor lama tidak terpakai. Berikut tujuh hal yang harus dicek sebelum digunakan lagi.

Pertama, cek tegangan baterai (Aki). Beberapa motor Honda sudah dilengkapi indikator Aki untuk memonitor tegangan. Jika indikator nyala, segera periksa. Tidak perlu ganti Aki, mungkin hanya perlu di-charge (isi ulang) dengan alat khusus. Bagi motor tanpa indikator, bisa langsung distater.

Kedua, cek kualitas bahan bakar. Gunakan cahaya yang tidak pancarkan panas atau senter. Cek apakah ada kandungan air atau kotoran? Ini untuk mencegah air masuk ke sistem bahan bakar yang bisa merusak mesin. Kotoran yang terlalu banyak, berpotensi lolos dari filter. Menyumbat lubang saluran bahan bakar berupa injektor maupun pilot atau mainjet karburator.

Ketiga, cek kualitas dan volume oli mesin. Karena langsung berdampak pada performa dan berpotensi merusak mesin. Buka baut tutup oli mesin yang terdapat stik indikator kapasitas oli. Kalau oli hitam pekat, segera ganti. Kalau kurang, periksa sekitar mesin. Jika ada kotoran hitam, tanda awal rembesan oli.

Keempat, cek tekanan ban. Pastikan tidak kekurangan angi. Bisa pakai tire gauge. Sesuaikan tekanan standar yang diatur oleh pabrikan di buku pedoman pemilik. Kelima, cek kedalaman alur ban. Cari segitiga kecil di dinding ban. Hubungkan segitiga dari kedua dinding ban. Maka akan ketemu sabuk di dalam alur ban. Jika permukaan telapak rata dengan sabuk, segera ganti ban.

Keenam, cek fungsi rem dengan menekan tuas dan pedal rem. Termasuk pastikan lampu rem menyala. Ketujuh, cek lampu, klakson dan spion. Pastikan berfungsi.

“Selain mengecek sepeda motor, kita juga harus perhatikan kondisi badan sehat. Patuhi protokol kesehatan (prokes). Pakai jaket dan helm supaya #Cari_Aman,” ujar Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah Alfian Dian Pradana. (*/fer)


SEMARANG – Bulan ini merupakan masa yang menantang. Level pandemi Covid-19 tinggi. Sehingga pemerintah keluarkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Turunnya mobilitas masyarakat, membuat kendaraan seperti sepeda motor lama tidak terpakai. Berikut tujuh hal yang harus dicek sebelum digunakan lagi.

Pertama, cek tegangan baterai (Aki). Beberapa motor Honda sudah dilengkapi indikator Aki untuk memonitor tegangan. Jika indikator nyala, segera periksa. Tidak perlu ganti Aki, mungkin hanya perlu di-charge (isi ulang) dengan alat khusus. Bagi motor tanpa indikator, bisa langsung distater.

Kedua, cek kualitas bahan bakar. Gunakan cahaya yang tidak pancarkan panas atau senter. Cek apakah ada kandungan air atau kotoran? Ini untuk mencegah air masuk ke sistem bahan bakar yang bisa merusak mesin. Kotoran yang terlalu banyak, berpotensi lolos dari filter. Menyumbat lubang saluran bahan bakar berupa injektor maupun pilot atau mainjet karburator.

Ketiga, cek kualitas dan volume oli mesin. Karena langsung berdampak pada performa dan berpotensi merusak mesin. Buka baut tutup oli mesin yang terdapat stik indikator kapasitas oli. Kalau oli hitam pekat, segera ganti. Kalau kurang, periksa sekitar mesin. Jika ada kotoran hitam, tanda awal rembesan oli.

Keempat, cek tekanan ban. Pastikan tidak kekurangan angi. Bisa pakai tire gauge. Sesuaikan tekanan standar yang diatur oleh pabrikan di buku pedoman pemilik. Kelima, cek kedalaman alur ban. Cari segitiga kecil di dinding ban. Hubungkan segitiga dari kedua dinding ban. Maka akan ketemu sabuk di dalam alur ban. Jika permukaan telapak rata dengan sabuk, segera ganti ban.

Keenam, cek fungsi rem dengan menekan tuas dan pedal rem. Termasuk pastikan lampu rem menyala. Ketujuh, cek lampu, klakson dan spion. Pastikan berfungsi.

“Selain mengecek sepeda motor, kita juga harus perhatikan kondisi badan sehat. Patuhi protokol kesehatan (prokes). Pakai jaket dan helm supaya #Cari_Aman,” ujar Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah Alfian Dian Pradana. (*/fer)

Populer

Berita Terbaru