23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023
HomeTekno & OtoOtomotifIni Fakta Perilaku #Cari_Aman Berkendara: Pengetahuan, Jam Terbang, Kesadaran Jadi Kunci

Ini Fakta Perilaku #Cari_Aman Berkendara: Pengetahuan, Jam Terbang, Kesadaran Jadi Kunci

-

RADARSOLO.ID – Selama berkendara, setiap pengendara atau biker akan mengalami hal yang berulang. Atau yang dinamakan siklus berkendara.

Siklus berkendara ini yaitu menjalankan kendaraan dimulai dari melihat kondisi lalu lintas dan medan yang dilalui, mengindentifikasi, mengambil keputusan, mengoperasikan, menjalankan kendaraan.

Hasil dari siklus itu bisa diamati dan merupakan perilaku dari seorang pengendara dalam kegiatannya menjalankan kendaraan.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng mengatakan, dalam siklus berkendara, proses mengindetifikasi dan mengambil sebuah keputusan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan seorang pengendara. Pengetahuan bisa diperoleh dari belajar sendiri, pendidikan, dan pengalaman.

Pengalaman yang lebih baik adalah pengalaman yang ditunjang oleh pengetahuan. Pengetahuan atau kognitif merupakan faktor yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang.

Menurut Oke, tingkat keberhasilan pengoperasian sangat dipengaruhi oleh keterampilan dan kompetensi pengendara. Ada perbedaan pengertian antara keterampilan dan kompetensi.

“Dalam hal berkendara misalnya melakukan pengereman. Pengendara bisa mengerem hingga berhenti tanpa terjatuh adalah keterampilan. Seberapa bagus dalam hal mengerem, misalnya mampu menghasilkan pengereman jarak yang pendek, tanpa roda terkunci, dan melakukannya dengan aman adalah disebut kompetensi. Kompetensi bisa ditingkatkan melalui latihan didasari pengetahuan yang benar dan masa lamanya berkendara,” tutur Oke.

Ada hal lain yang mempengaruhi tentang perilaku sesuai dengan teori Lawrence Green (1980). Menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan dari tiga faktor. Yakni, faktor predisposisi (predispocing factors) yakni faktor yang mempermudah atau mendahului terjadinya sebuah perilaku pada diri seseorang. Antara lain, pengetahuan, persepsi, pengalaman, kepercayaan dan nilai-nilai.

Kemudian faktor pemungkin (enabling factors) adalah sarana atau fasilitas untuk mendukung terjadinya perilaku keselamatan dalam berkendara. Misalnya regulasi menggunakan helm, tersedianya speed bump untuk menurunkan kecepatan atau peraturan lalu lintas.

Faktor penguat (reinforce factors) yaitu faktor yang memperkuat atau mendorong seseorang untuk berperilaku selamat saat berkendara. Misal, adanya dukungan orang lain untuk melakukan perilaku keselamatan berkendara.

“Dari pembahasan tersebut, pengetahuan berkendara mempengaruhi perilaku berkendara Bahkan, masa lama berkendara juga bisa mempengaruhi. Namun, yang perlu diketahui adalah pengetahuan dan masa lama berkendara tidak ditemukan hubungan dengan perilaku keselamatan berkendara,” papar Oke.

Sebagai contoh adalah seseorang biker yang sudah memiliki jam terbang tinggi dalam bermotor, tapi masih saja melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Atau sudah memiliki pengetahuan tetapi tidak membudayakan kesehariannya untuk berperilaku aman.

Lantas apa yang bisa membuat pengendara jadi lebih berhati-hati terhadap perilakunya dalam berkendara dan berlalu lintas?

“Perlunya kesadaran penuh tentang pentingnya sebuah keselamatan dan kesadaran bahwa kecelakaan itu menyebabkan kerugian dan hal-hal yang memiliki efek domino yang sanggup mengganggu, merusak, bahkan menghentikan perjalanan hidup seseorang. Maka buatlah #Cari_Aman sebagai dasar perilaku berkendara,” papar Oke. (*/ria)

 

Berita Terbaru