alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Empat Desain Interior Japandi Style Yang Layak Dicoba

RADARSOLO.ID – Desain interior Japandi style tidak pernah habis diulas. Desain yang menggabungkan filosofi gaya hidup Jepang dan Skandinavia ini sangat cocok diaplikasikan bagi pemilik hunian yang ingin menghadirkan konsep space-saving dan multifungsi furnitur.

Ada beberapa preferensi Japandi style yang bisa diterapkan. Yakni Japandi natural, Japandi modern, Japandi klasik, dan Japandi industrial. Semua preferensi tersebut mengusung gaya hidup esensial dengan fokus terhadap kebutuhan dan efisiensi. Pada konsep Japandi natural, look alami lebih ditonjolkan dalam hunian. Lewat penggunaan perabotan kayu berwarna muda hingga medium.

”Misalnya, kayu oak, teak, serta light walnut untuk diaplikasikan pada set kursi makan, dapur, atau partisi ruangan. Biasanya, material natural didukung oleh penggunaan warna-warna muda dan netral pada kain dan dinding. Seperti beige, krem, hingga abu-abu muda. Desain Japandi natural juga biasanya dilengkapi dengan pot tanaman indoor untuk menambah kesan asri dan alami,” ungkap CEO and Co-Founder Dekoruma Dimas Harry Priawan kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sedangkan gaya Japandi modern, selain mengunggulkan estetika, juga menyajikan sentuhan elegan serta mewah. Dimas menyebut dominasi warna gelap dipilih untuk dinding atau perabotan. Sebut saja warna hitam, abu-abu tua, atau biru tua. Gaya Japandi modern juga muncul dengan adanya motif marmer dengan aksen warna emas.

”Aplikasi peletakannya secara strategis, tapi tampilannya tidak berlebihan. Juga ada aksen kayu berwarna medium hingga gelap yang menjadi satu kesatuan,” sambungnya.

Bergeser ke gaya Japandi klasik, identik dengan aksen yang lebih dinamis. Terlihat pada lekukan, profile pada dinding, penggunaan bentuk, dan motif dekoratif. Penggunaan warna pastel menambah kesan lembut dan menawan. Khusus perabotan, warna netral lebih diutamakan. Contohnya, warna putih untuk kayu berwarna light hingga medium.

”Selanjutnya, gaya Japandi industrial. Konsepnya mengunggulkan kesan maskulin, berani, tegas, tapi tetap simpel. Menggunakan material raw, seperti besi warna hitam yang tebal, kayu, hingga bata ekspos. Ditambah penggunaan furnitur multifungsi dengan material kayu berwarna medium sampai dark. Bentuknya compact agar tetap space-saving,” tandasnya. (aya/adi)

RADARSOLO.ID – Desain interior Japandi style tidak pernah habis diulas. Desain yang menggabungkan filosofi gaya hidup Jepang dan Skandinavia ini sangat cocok diaplikasikan bagi pemilik hunian yang ingin menghadirkan konsep space-saving dan multifungsi furnitur.

Ada beberapa preferensi Japandi style yang bisa diterapkan. Yakni Japandi natural, Japandi modern, Japandi klasik, dan Japandi industrial. Semua preferensi tersebut mengusung gaya hidup esensial dengan fokus terhadap kebutuhan dan efisiensi. Pada konsep Japandi natural, look alami lebih ditonjolkan dalam hunian. Lewat penggunaan perabotan kayu berwarna muda hingga medium.

”Misalnya, kayu oak, teak, serta light walnut untuk diaplikasikan pada set kursi makan, dapur, atau partisi ruangan. Biasanya, material natural didukung oleh penggunaan warna-warna muda dan netral pada kain dan dinding. Seperti beige, krem, hingga abu-abu muda. Desain Japandi natural juga biasanya dilengkapi dengan pot tanaman indoor untuk menambah kesan asri dan alami,” ungkap CEO and Co-Founder Dekoruma Dimas Harry Priawan kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sedangkan gaya Japandi modern, selain mengunggulkan estetika, juga menyajikan sentuhan elegan serta mewah. Dimas menyebut dominasi warna gelap dipilih untuk dinding atau perabotan. Sebut saja warna hitam, abu-abu tua, atau biru tua. Gaya Japandi modern juga muncul dengan adanya motif marmer dengan aksen warna emas.

”Aplikasi peletakannya secara strategis, tapi tampilannya tidak berlebihan. Juga ada aksen kayu berwarna medium hingga gelap yang menjadi satu kesatuan,” sambungnya.

Bergeser ke gaya Japandi klasik, identik dengan aksen yang lebih dinamis. Terlihat pada lekukan, profile pada dinding, penggunaan bentuk, dan motif dekoratif. Penggunaan warna pastel menambah kesan lembut dan menawan. Khusus perabotan, warna netral lebih diutamakan. Contohnya, warna putih untuk kayu berwarna light hingga medium.

”Selanjutnya, gaya Japandi industrial. Konsepnya mengunggulkan kesan maskulin, berani, tegas, tapi tetap simpel. Menggunakan material raw, seperti besi warna hitam yang tebal, kayu, hingga bata ekspos. Ditambah penggunaan furnitur multifungsi dengan material kayu berwarna medium sampai dark. Bentuknya compact agar tetap space-saving,” tandasnya. (aya/adi)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/