alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Tren Desain Fasad Rumah: Modern Minimalis dengan Variasi Industrial

RADARSOLO.ID – Keberadaan fasad dalam sebuah hunian sangat penting. Fasad mampu mencitrakan karakter suatu bangunan dan mempresentasikan kepribadian pemilik rumah. Maka baiknya desain fasad harus direncanakan sejak awal.

Diambil dari Bahasa Perancis yang berarti muka, secara spesifik fasad pada sebuah hunian bisa diartikan sebagai area muka bangunan. Namun di kalangan arsitektur, ada yang berpendapat fasad adalah muka bangunan hanya tampak depan saja.

Pendapat lainnya, muka bangunan berarti meliputi tampak depan, samping kanan, samping kiri, dan belakang. Tapi mayoritas fasad yang dibangun hanya tampak depan bangunan saja.

”Idealnya, fasad didesain sejak awal membangun rumah. Artinya, mulai pembangunan dari lahan kosong, pembangunan fasad juga sudah direncanakan. Baru kemudian bisa menyesuaikan desain yang tepat dengan tata ruang dan interior rumahnya. Tentu tergantung keinginan dan kebutuhan pemilik rumah,” ungkap desainer Interarch.id, Zia Ghifari kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Ada beberapa area atau elemen yang perlu diperhatikan dalam membangun fasad rumah. Tampilan fasad yang nampak bisa berupa carport, garasi, teras, area taman depan, atau area duduk. Zia menyebut area tersebut menjadi elemen ruang atau space yang wajib dipertimbangkan dalam merancang suatu fasad bangunan. Di samping juga mempertimbangkan bahan materialnya termasuk konsep finishing seperti apa.

”Mau pakai batu alam, pohon, atau tanaman. Belum lagi lighting tata lampunya juga bagaimana. Itu tergantung desain yang diusung. Bahkan untuk rumah yang memerlukan pagar, juga bisa menjadi satu bagian dari fasad. Karena bagaimana kita mendesain pagar rumah yang tidak menghilangkan estetika atau fungsi dari tampilan muka hunian tersebut,” sambungnya.

Biasanya, desain fasad mengikuti dalam satu kesatuan bangunan. Sehingga desainnya bersifat global. Zia menyontohkan, jika fasad didesain minimalis, maka interior bangunan juga minimalis. Sedangkan jika interior bangunan didesain tradisional, fasad juga sebaiknya tradisional. Sehingga ada keharmonisan sudut pandang desain. Terutama estetikanya.

”Tren fasad sekarang ini masih cukup global antara bangunan rumah, bangunan komersial seperti kafe restoran, dan bangunan institusi. Sekarang arah desainnya lebih ke modern minimalis. Tapi untuk variasimya, mengarah ke desain industrial. Desain yang mengekspos material tanpa finishing. Misalnya, standarnya finishing dinding dicat, diberi wallpaper, atau batu alam. Nah, untuk desain industrial ini pada fasad biasanya muncul kecenderungan orang-orang minta tidak di-finishing. Jadi diekspos saja bagaimana tampilannya. Dari plester semen dan batanya,” tandasnya. (aya/adi/dam)

RADARSOLO.ID – Keberadaan fasad dalam sebuah hunian sangat penting. Fasad mampu mencitrakan karakter suatu bangunan dan mempresentasikan kepribadian pemilik rumah. Maka baiknya desain fasad harus direncanakan sejak awal.

Diambil dari Bahasa Perancis yang berarti muka, secara spesifik fasad pada sebuah hunian bisa diartikan sebagai area muka bangunan. Namun di kalangan arsitektur, ada yang berpendapat fasad adalah muka bangunan hanya tampak depan saja.

Pendapat lainnya, muka bangunan berarti meliputi tampak depan, samping kanan, samping kiri, dan belakang. Tapi mayoritas fasad yang dibangun hanya tampak depan bangunan saja.

”Idealnya, fasad didesain sejak awal membangun rumah. Artinya, mulai pembangunan dari lahan kosong, pembangunan fasad juga sudah direncanakan. Baru kemudian bisa menyesuaikan desain yang tepat dengan tata ruang dan interior rumahnya. Tentu tergantung keinginan dan kebutuhan pemilik rumah,” ungkap desainer Interarch.id, Zia Ghifari kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Ada beberapa area atau elemen yang perlu diperhatikan dalam membangun fasad rumah. Tampilan fasad yang nampak bisa berupa carport, garasi, teras, area taman depan, atau area duduk. Zia menyebut area tersebut menjadi elemen ruang atau space yang wajib dipertimbangkan dalam merancang suatu fasad bangunan. Di samping juga mempertimbangkan bahan materialnya termasuk konsep finishing seperti apa.

”Mau pakai batu alam, pohon, atau tanaman. Belum lagi lighting tata lampunya juga bagaimana. Itu tergantung desain yang diusung. Bahkan untuk rumah yang memerlukan pagar, juga bisa menjadi satu bagian dari fasad. Karena bagaimana kita mendesain pagar rumah yang tidak menghilangkan estetika atau fungsi dari tampilan muka hunian tersebut,” sambungnya.

Biasanya, desain fasad mengikuti dalam satu kesatuan bangunan. Sehingga desainnya bersifat global. Zia menyontohkan, jika fasad didesain minimalis, maka interior bangunan juga minimalis. Sedangkan jika interior bangunan didesain tradisional, fasad juga sebaiknya tradisional. Sehingga ada keharmonisan sudut pandang desain. Terutama estetikanya.

”Tren fasad sekarang ini masih cukup global antara bangunan rumah, bangunan komersial seperti kafe restoran, dan bangunan institusi. Sekarang arah desainnya lebih ke modern minimalis. Tapi untuk variasimya, mengarah ke desain industrial. Desain yang mengekspos material tanpa finishing. Misalnya, standarnya finishing dinding dicat, diberi wallpaper, atau batu alam. Nah, untuk desain industrial ini pada fasad biasanya muncul kecenderungan orang-orang minta tidak di-finishing. Jadi diekspos saja bagaimana tampilannya. Dari plester semen dan batanya,” tandasnya. (aya/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/