alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Mengenal Sistem Payroll dan Manfaatnya untuk Perusahaan

RADARSOLO.ID – Mengurusi gaji di perusahaan besar menjadi tanggung jawab dari seorang HR (human resource). Mengelola masalah gaji tentu bukan tugas yang mudah, terlebih harus menyesuaikan dengan aturan dan beberapa komponen. Namun, kini terdapat sistem payroll untuk membantu masalah gaji.

Berkembanganya teknologi telah masuk di berbagai bidang termasuk sistem penggajian ini. Tahukah Anda, apa yang dimaksud dengan sistem payroll dan apa saja komponen di dalam sistem tersebut serta manfaatnya bagi perusahaan? Berikut penjelasan lengkapnya.

Definisi Sistem Payroll

Sebelum membahas ke komponennya, Anda perlu memahami terlebih dahulu definisi dari payroll. Sistem yang dirancang dengan memanfaatkan database dalam memproses pembayaran gaji secara otomatis adalah definisi dari payroll.

Banyak sekali perusahaan besar beralih memakai sistem ini untuk menangani persoalan pembayaran gaji. Seperti yang Anda ketahui bahwa urusan pembayaran gaji ini adalah hal yang sensitif dan rentan terjadi kesalahan dalam penghitungannya.

Tidak hanya masalah penghitungan, melainkan pembayaran gaji yang tidak tepat waktu bisa berpengaruh terhadap kinerja tenaga kerja. Hal ini tentu akan membawa dampak buruk atas keberlangsungan operasional. Efeknya bisa menurunkan produktivitas perusahaan.

Dengan sistem payroll, penghitungan upah tenaga kerja bisa lebih mudah dilakukan. Karena sistem ini mempunyai integrasi terhadap beberapa komponen sistem seperti daftar absensi, rekapitulasi cuti, dan lain sebagainya.

Payroll memakai sistem cloud yang memudahkan penggunanya dalam mengakses karena web tersebut bisa dibuka melalui ponsel dan PC. Di dalam sistem payroll, selain mudah diakses dan memiliki integrasi dengan sistem lain, sistem ini juga mengikuti peraturan yang berlaku.

Komponen yang Terdapat di Sistem Payroll

Mengerti definisinya saja tidak cukup untuk mengetahui detail tentang sistem pembayaran ini. Berikut beberapa komponen yang ada di payroll untuk menghitung jumlah gaji yang dikeluarkan.

  1. Upah Pokok

Komponen pertama dalam sistem pembayaran ini adalah upah pokok. Upah adalah besarnya uang yang dibayarkan pada tenaga kerja sesuai dengan kesepakatan saat kontrak kerja. Jadi meskipun terdapat aturan mengenai UMK dari bagian pemerintahan, perusahaan juga berhak menentukan upah pokok.

Upah pokok dan UMK adalah dua hal yang berbeda. Upah pokok adalah kewajiban perusahaan dalam melakukan pembayaran berdasarkan beban pekerjaan dan waktu kerjanya. Sedangkan, UMK adalah standar terkecil jumlah pembayaran yang diberikan kepada tenaga kerja.

Oleh karena itu, bisa saja jumlah gaji yang diterima tenaga kerja tidak sama dengan UMK di daerahnya. Di sistem payroll upah pokok perusahaan lah yang harus diinputkan di dalam databasenya.

2. Tunjangan

Komponen berikutnya yang perlu dimasukan dalam payroll yaitu tunjangan. Apa itu tunjungan? Sejumlah uang yang diberikan kepada tenaga kerja oleh perusahaan dengan tujuan tertentu. Memang tidak semua tenaga kerja mendapatkan tunjangan, namun komponen ini perlu ada di sistem pembayaran.

Karena besarnya tunjangan dan siapa yang berhak menerimanya merupakan hak perusahaan dalam menentukannya. Memasukkan komponen ini saat di awal akan memudahkan perhitungan payroll di dalam sistemnya.

3. Potongan Pajak PPh 21

Tidak kalah pentingnya, di sistem payroll juga membutuhkan komponen PPh 21 (pajak penghasilan). PPh 21 merupakan pajak yang mengatur pengurangan upah, tunjangan dan biaya lain sesuai ketetapan perpajakan. Perhitungan Pph 21 setiap perusahaan bisa saja berbeda karena metodenya tidak sama.

Metode penghitungan PPh 21 terbagi menjadi tiga. Pertama adalah gross. Arti dari metode ini yaitu gaji yang diterima merupakan gaji kotor, tidak termasuk pemberian tunjangan pajak. Jadi, artinya besarnya gaji yang diperoleh belum termasuk pembayaran pajaknya.

Metode kedua adalah gross up atau gaji bersih yang sudah include dengan tunjangan pajaknya. Penerapan metode ini yaitu dengan menaikan upah tenaga kerja yang nilainya sama dengan besar tanggungan pajaknya.

Terakhir, yaitu metode perhitungan PPh 21 net. Metode ini mempunyai arti bahwa upah bersih yang diterima oleh tenaga kerja tersebut adalah sudah dilakukan pembayaran pajaknya. Pembayaran pajak PPh 21 itu bukan dipotong dari gaji melainkan bentuk tunjangan yang diberikan perusahaan.

4. Asuransi Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Selain mempunyai kewajiban membayar pajak, perusahaan juga punya tanggung jawab untuk membayarkan asuransi kesehatan tenaga kerjanya. Oleh karena itu, komponen asuransi kesehatan harus ada di sistem payroll perusahaan.

Asuransi kesehatan ini sebagai jaminan dan fasilitas yang manfaatnya bisa berguna bagi tenaga kerja. Tidak hanya memberikan asuransi kesehatan tetapi perusahaan, namun juga memberikan asuransi ketenagakerjaan.

5. Pembayaran Insentif

Komponen berikutnya yang perlu ada di sistem payroll adalah pembayaran uang lembur. Sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk membayarkan upah lembur bagi karyawan yang waktu kerjanya bertambah. Aturan pembayaran insentif ini juga ada aturannya dan harus dijalankan perusahaan.

Apa saja Tahapan Penghitungan Payroll?

Setelah memahami komponen apa saja di dalam payroll, berikutnya Anda juga harus mengetahui bahwa terdapat tahapan dalam perhitungan payroll.

  1. Pra Pembayaran Upah

Tahapan pertama yaitu bernama pra pembayaran upah. Pada tahapan ini perusahaan melakukan pengecekan aturan kebijakan terkait upah, tunjangan dan kehadiran pegawai. Tidak hanya berhenti di pengecekan kebijakan, selanjutnya di tahap ini juga dilakukan pengumpulan file dan validasi.

Dalam tahapan pengumpulan file-file ini perusahaan melibatkan beberapa divisi untuk mengumpulkan data tersebut. Setelah data terkumpul, perusahaan perlu memvalidasi dan mencocokan dengan kebijakan perusahaan. Proses validasi ini juga penting untuk memastikan tidak adanya kekeliruan, sehingga tidak ada data karyawan yang dirugikan ketika penerimaan upah.

2. Pembayaran Upah

Setelah di pra pembayaran tentang data-data yang terkumpul, maka data yang sudah diinputkan dalam payroll. Dengan begitu, pembayaran upah karyawan dapat terproses secara otomatis. Pembayaran upah yang keluar dari sistem ini adalah upah bersih yang sudah dipotong pajak dan lain-lain.

3. Pasca Pembayaran

Payroll tidak berhenti di situ saja, melainkan setelah pemberian upah masih ada tahapan pasca pembayaran. Dalam tahapan ini gaji yang diberikan didata kembali sebagai arsip dan laporan yang perlu diberikan kepada pihak pemerintah.

Tahapan ini masih cukup panjang lagi karena perusahaan juga harus mengurus ke bank terkait pembayaran yang diberikan. Namun, hal itu menjadi mudah jika perusahaan memakai sistem payroll seperti di laman https://www.talenta.co/fitur/sistem-payroll-perusahaan-online/

Menggunakan sistem pembayaran payroll berbasis cloud memudahkan dalam proses pemberian gaji sehingga menjadi lebih mudah dan cepat tentunya akurat. Hal ini dikarenakan fitur di dalam sistem payroll memiliki integrasi dengan data-data yang digunakan untuk pemrosesan upah.

Hal yang Memengaruhi Besarnya Upah di Sistem Payroll

Menggunakan sistem pembayaran ini karyawan bisa mengecek secara rinci besarnya upah yang diterima. Umumnya yang memengaruhi upah yang diterima karena hal-hal berikut ini.

  1. Absesensi

Pertama yang memengaruhi upah yang diterima adalah absensi. Jika selama sebulan penuh tidak pernah terlambat ataupun tidak masuk tanpa alasan, maka di keterangan slip upah akan menunjukan informasi jumlah kedatangan selama bekerja.

2. Lembur

Selanjutnya yaitu uang lembur. Gaji yang diterima juga dipengaruhi oleh ada tidaknya waktu lembur dalam periode tersebut. Oleh karena itu, setiap periodenya gaji yang diterima bisa berbeda-beda.

3. Bonus Target

Perusahaan tidak akan merasa rugi mengeluarkan bonus atas pencapaian tenaga kerjanya dalam meningkatkan produktivitas. Gaji yang diterima bisa bertambah besar karena adanya bonus yang diberikan.

4. Potongan Denda

Gaji yang diterima merasa berkurang? Hal yang perlu dilakukan adalah mengecek potongan gaji akibat terkena denda melanggar aturan perusahaan.

5. Asuransi

Komponen di sistem payroll juga terdapat biaya asuransi di dalamnya. Biaya asuransi ini juga bisa mempengaruhi besarnya gaji yang dibayarkan oleh perusahaan.

Manfaat Menggunakan Sistem Payroll bagi Perusahaan

Terakhir membahas tentang manfaat beralih ke pembayaran memakai sistem. Banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan oleh perusahaan.

  1. Mengurangi Human Error

Mengurus proses penghitungan gaji banyak karyawan dan adanya aturan yang harus dipenuhi perusahaan tentu bukan hal mudah untuk dilakukan. Karena banyak hal yang menjadi komponen pemberian gaji bisa menyebabkan kekeliruan akibat human error. Namun, memakai sistem payroll kesalahan tersebut dapat dihindari oleh adanya integrasi yang baik antar komponen didalam sistem tersebut.

2. Hasil Penghitungan Akurat

Penghitungan secara manual dengan banyak data bisa saja menghasilkan penghitungan yang tidak akurat. Namun, memakai pembayaran dengan sistem cloud seperti dari https://talenta.co tidak akan lagi ada kejadian hasil tidak akurat.

Sistem pembayaran tersebut sudah terstruktur dan terperinci informasi di dalamnya, sehingga hasilnya pun akurat dan tentunya tidak membutuhkan proses lama layaknya menghitung sendiri dengan manual.

3. Pembayaran Gaji menjadi Tepat Waktu

Penghitungan gaji manual tentu membutuhkan waktu lama dalam penyelesaiannya, sehingga dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam penyaluran gaji. Namun, dengan sistem payroll yang digunakan oleh perusahaan hal tersebut tidak akan kejadian lagi.

Karena di sistem tersebut akan memproses pemberian gaji sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Lalu, bagaimana bila tanggal gajian itu jatuh di hari libur? Tenang saja, sistem ini tetap akan memprosesnya sehingga gaji akan diterima tidak akan terlambat.

4. Menyederhanakan Proses Penentuan Gaji

Proses perhitungan gaji yang melalui banyak tahapan dan rumit menjadi lebih sederhana dengan adanya sistem payroll. Sistem ini membuat tugas HR menjadi lebih cepat selesai karena dengan payroll penentuan gaji tidak rumit dan mudah dilakukan.

5. Melakukan Pengadministrasian Lebih Efisien

Seperti yang Anda ketahui bahwa dalam penentuan dan pemberian gaji melibatkan sistem administrasi yang baik. Dengan sistem payroll seluruh administrasi akan ditampilan di database sistem sehingga mudah untuk dicari ketika dibutuhkan.

Tidak susah mencari sistem payroll yang cocok untuk perusahaan Anda karena Talenta hadir memberikan jawaban untuk mengurusi permasalahan pemberian upah. Hanya melalui Talenta by Mekari, Anda bisa melakukan pembayaran dengan sistem automasi yang ditawarkan.

Talenta menjamin perekapan data dengan akurat, kalkulasi secara otomatis dan sesuai dengan aturan pemerintah. Selain itu, pembayaran gaji ke tenaga kerja sudah ditransfer langsung dari sistem sehingga perusahaan hanya perlu memantaunya saja.

Fitur apa saja yang bisa didapatkan jika menggunakan sistem payroll dari Talenta? Perusahaan bisa memperoleh fitur kalkulasi payroll termasuk perhitungan pajak, BPJS, dan penghasilan tidak tetap. Selain hal itu, fitur lainnya adalah pembayaran payroll dengan berbagai pilihan bank.

Fitur lain yang ditawarkan di Talenta ini adalah laporan payroll dan juga payslip secara otomatis. Apabila perusahan tertarik, maka bisa memanfaatkan fitur uji cobanya secara gratis untuk menikmati layanan payroll ini. (*/ria)

RADARSOLO.ID – Mengurusi gaji di perusahaan besar menjadi tanggung jawab dari seorang HR (human resource). Mengelola masalah gaji tentu bukan tugas yang mudah, terlebih harus menyesuaikan dengan aturan dan beberapa komponen. Namun, kini terdapat sistem payroll untuk membantu masalah gaji.

Berkembanganya teknologi telah masuk di berbagai bidang termasuk sistem penggajian ini. Tahukah Anda, apa yang dimaksud dengan sistem payroll dan apa saja komponen di dalam sistem tersebut serta manfaatnya bagi perusahaan? Berikut penjelasan lengkapnya.

Definisi Sistem Payroll

Sebelum membahas ke komponennya, Anda perlu memahami terlebih dahulu definisi dari payroll. Sistem yang dirancang dengan memanfaatkan database dalam memproses pembayaran gaji secara otomatis adalah definisi dari payroll.

Banyak sekali perusahaan besar beralih memakai sistem ini untuk menangani persoalan pembayaran gaji. Seperti yang Anda ketahui bahwa urusan pembayaran gaji ini adalah hal yang sensitif dan rentan terjadi kesalahan dalam penghitungannya.

Tidak hanya masalah penghitungan, melainkan pembayaran gaji yang tidak tepat waktu bisa berpengaruh terhadap kinerja tenaga kerja. Hal ini tentu akan membawa dampak buruk atas keberlangsungan operasional. Efeknya bisa menurunkan produktivitas perusahaan.

Dengan sistem payroll, penghitungan upah tenaga kerja bisa lebih mudah dilakukan. Karena sistem ini mempunyai integrasi terhadap beberapa komponen sistem seperti daftar absensi, rekapitulasi cuti, dan lain sebagainya.

Payroll memakai sistem cloud yang memudahkan penggunanya dalam mengakses karena web tersebut bisa dibuka melalui ponsel dan PC. Di dalam sistem payroll, selain mudah diakses dan memiliki integrasi dengan sistem lain, sistem ini juga mengikuti peraturan yang berlaku.

Komponen yang Terdapat di Sistem Payroll

Mengerti definisinya saja tidak cukup untuk mengetahui detail tentang sistem pembayaran ini. Berikut beberapa komponen yang ada di payroll untuk menghitung jumlah gaji yang dikeluarkan.

  1. Upah Pokok

Komponen pertama dalam sistem pembayaran ini adalah upah pokok. Upah adalah besarnya uang yang dibayarkan pada tenaga kerja sesuai dengan kesepakatan saat kontrak kerja. Jadi meskipun terdapat aturan mengenai UMK dari bagian pemerintahan, perusahaan juga berhak menentukan upah pokok.

Upah pokok dan UMK adalah dua hal yang berbeda. Upah pokok adalah kewajiban perusahaan dalam melakukan pembayaran berdasarkan beban pekerjaan dan waktu kerjanya. Sedangkan, UMK adalah standar terkecil jumlah pembayaran yang diberikan kepada tenaga kerja.

Oleh karena itu, bisa saja jumlah gaji yang diterima tenaga kerja tidak sama dengan UMK di daerahnya. Di sistem payroll upah pokok perusahaan lah yang harus diinputkan di dalam databasenya.

2. Tunjangan

Komponen berikutnya yang perlu dimasukan dalam payroll yaitu tunjangan. Apa itu tunjungan? Sejumlah uang yang diberikan kepada tenaga kerja oleh perusahaan dengan tujuan tertentu. Memang tidak semua tenaga kerja mendapatkan tunjangan, namun komponen ini perlu ada di sistem pembayaran.

Karena besarnya tunjangan dan siapa yang berhak menerimanya merupakan hak perusahaan dalam menentukannya. Memasukkan komponen ini saat di awal akan memudahkan perhitungan payroll di dalam sistemnya.

3. Potongan Pajak PPh 21

Tidak kalah pentingnya, di sistem payroll juga membutuhkan komponen PPh 21 (pajak penghasilan). PPh 21 merupakan pajak yang mengatur pengurangan upah, tunjangan dan biaya lain sesuai ketetapan perpajakan. Perhitungan Pph 21 setiap perusahaan bisa saja berbeda karena metodenya tidak sama.

Metode penghitungan PPh 21 terbagi menjadi tiga. Pertama adalah gross. Arti dari metode ini yaitu gaji yang diterima merupakan gaji kotor, tidak termasuk pemberian tunjangan pajak. Jadi, artinya besarnya gaji yang diperoleh belum termasuk pembayaran pajaknya.

Metode kedua adalah gross up atau gaji bersih yang sudah include dengan tunjangan pajaknya. Penerapan metode ini yaitu dengan menaikan upah tenaga kerja yang nilainya sama dengan besar tanggungan pajaknya.

Terakhir, yaitu metode perhitungan PPh 21 net. Metode ini mempunyai arti bahwa upah bersih yang diterima oleh tenaga kerja tersebut adalah sudah dilakukan pembayaran pajaknya. Pembayaran pajak PPh 21 itu bukan dipotong dari gaji melainkan bentuk tunjangan yang diberikan perusahaan.

4. Asuransi Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Selain mempunyai kewajiban membayar pajak, perusahaan juga punya tanggung jawab untuk membayarkan asuransi kesehatan tenaga kerjanya. Oleh karena itu, komponen asuransi kesehatan harus ada di sistem payroll perusahaan.

Asuransi kesehatan ini sebagai jaminan dan fasilitas yang manfaatnya bisa berguna bagi tenaga kerja. Tidak hanya memberikan asuransi kesehatan tetapi perusahaan, namun juga memberikan asuransi ketenagakerjaan.

5. Pembayaran Insentif

Komponen berikutnya yang perlu ada di sistem payroll adalah pembayaran uang lembur. Sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk membayarkan upah lembur bagi karyawan yang waktu kerjanya bertambah. Aturan pembayaran insentif ini juga ada aturannya dan harus dijalankan perusahaan.

Apa saja Tahapan Penghitungan Payroll?

Setelah memahami komponen apa saja di dalam payroll, berikutnya Anda juga harus mengetahui bahwa terdapat tahapan dalam perhitungan payroll.

  1. Pra Pembayaran Upah

Tahapan pertama yaitu bernama pra pembayaran upah. Pada tahapan ini perusahaan melakukan pengecekan aturan kebijakan terkait upah, tunjangan dan kehadiran pegawai. Tidak hanya berhenti di pengecekan kebijakan, selanjutnya di tahap ini juga dilakukan pengumpulan file dan validasi.

Dalam tahapan pengumpulan file-file ini perusahaan melibatkan beberapa divisi untuk mengumpulkan data tersebut. Setelah data terkumpul, perusahaan perlu memvalidasi dan mencocokan dengan kebijakan perusahaan. Proses validasi ini juga penting untuk memastikan tidak adanya kekeliruan, sehingga tidak ada data karyawan yang dirugikan ketika penerimaan upah.

2. Pembayaran Upah

Setelah di pra pembayaran tentang data-data yang terkumpul, maka data yang sudah diinputkan dalam payroll. Dengan begitu, pembayaran upah karyawan dapat terproses secara otomatis. Pembayaran upah yang keluar dari sistem ini adalah upah bersih yang sudah dipotong pajak dan lain-lain.

3. Pasca Pembayaran

Payroll tidak berhenti di situ saja, melainkan setelah pemberian upah masih ada tahapan pasca pembayaran. Dalam tahapan ini gaji yang diberikan didata kembali sebagai arsip dan laporan yang perlu diberikan kepada pihak pemerintah.

Tahapan ini masih cukup panjang lagi karena perusahaan juga harus mengurus ke bank terkait pembayaran yang diberikan. Namun, hal itu menjadi mudah jika perusahaan memakai sistem payroll seperti di laman https://www.talenta.co/fitur/sistem-payroll-perusahaan-online/

Menggunakan sistem pembayaran payroll berbasis cloud memudahkan dalam proses pemberian gaji sehingga menjadi lebih mudah dan cepat tentunya akurat. Hal ini dikarenakan fitur di dalam sistem payroll memiliki integrasi dengan data-data yang digunakan untuk pemrosesan upah.

Hal yang Memengaruhi Besarnya Upah di Sistem Payroll

Menggunakan sistem pembayaran ini karyawan bisa mengecek secara rinci besarnya upah yang diterima. Umumnya yang memengaruhi upah yang diterima karena hal-hal berikut ini.

  1. Absesensi

Pertama yang memengaruhi upah yang diterima adalah absensi. Jika selama sebulan penuh tidak pernah terlambat ataupun tidak masuk tanpa alasan, maka di keterangan slip upah akan menunjukan informasi jumlah kedatangan selama bekerja.

2. Lembur

Selanjutnya yaitu uang lembur. Gaji yang diterima juga dipengaruhi oleh ada tidaknya waktu lembur dalam periode tersebut. Oleh karena itu, setiap periodenya gaji yang diterima bisa berbeda-beda.

3. Bonus Target

Perusahaan tidak akan merasa rugi mengeluarkan bonus atas pencapaian tenaga kerjanya dalam meningkatkan produktivitas. Gaji yang diterima bisa bertambah besar karena adanya bonus yang diberikan.

4. Potongan Denda

Gaji yang diterima merasa berkurang? Hal yang perlu dilakukan adalah mengecek potongan gaji akibat terkena denda melanggar aturan perusahaan.

5. Asuransi

Komponen di sistem payroll juga terdapat biaya asuransi di dalamnya. Biaya asuransi ini juga bisa mempengaruhi besarnya gaji yang dibayarkan oleh perusahaan.

Manfaat Menggunakan Sistem Payroll bagi Perusahaan

Terakhir membahas tentang manfaat beralih ke pembayaran memakai sistem. Banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan oleh perusahaan.

  1. Mengurangi Human Error

Mengurus proses penghitungan gaji banyak karyawan dan adanya aturan yang harus dipenuhi perusahaan tentu bukan hal mudah untuk dilakukan. Karena banyak hal yang menjadi komponen pemberian gaji bisa menyebabkan kekeliruan akibat human error. Namun, memakai sistem payroll kesalahan tersebut dapat dihindari oleh adanya integrasi yang baik antar komponen didalam sistem tersebut.

2. Hasil Penghitungan Akurat

Penghitungan secara manual dengan banyak data bisa saja menghasilkan penghitungan yang tidak akurat. Namun, memakai pembayaran dengan sistem cloud seperti dari https://talenta.co tidak akan lagi ada kejadian hasil tidak akurat.

Sistem pembayaran tersebut sudah terstruktur dan terperinci informasi di dalamnya, sehingga hasilnya pun akurat dan tentunya tidak membutuhkan proses lama layaknya menghitung sendiri dengan manual.

3. Pembayaran Gaji menjadi Tepat Waktu

Penghitungan gaji manual tentu membutuhkan waktu lama dalam penyelesaiannya, sehingga dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam penyaluran gaji. Namun, dengan sistem payroll yang digunakan oleh perusahaan hal tersebut tidak akan kejadian lagi.

Karena di sistem tersebut akan memproses pemberian gaji sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Lalu, bagaimana bila tanggal gajian itu jatuh di hari libur? Tenang saja, sistem ini tetap akan memprosesnya sehingga gaji akan diterima tidak akan terlambat.

4. Menyederhanakan Proses Penentuan Gaji

Proses perhitungan gaji yang melalui banyak tahapan dan rumit menjadi lebih sederhana dengan adanya sistem payroll. Sistem ini membuat tugas HR menjadi lebih cepat selesai karena dengan payroll penentuan gaji tidak rumit dan mudah dilakukan.

5. Melakukan Pengadministrasian Lebih Efisien

Seperti yang Anda ketahui bahwa dalam penentuan dan pemberian gaji melibatkan sistem administrasi yang baik. Dengan sistem payroll seluruh administrasi akan ditampilan di database sistem sehingga mudah untuk dicari ketika dibutuhkan.

Tidak susah mencari sistem payroll yang cocok untuk perusahaan Anda karena Talenta hadir memberikan jawaban untuk mengurusi permasalahan pemberian upah. Hanya melalui Talenta by Mekari, Anda bisa melakukan pembayaran dengan sistem automasi yang ditawarkan.

Talenta menjamin perekapan data dengan akurat, kalkulasi secara otomatis dan sesuai dengan aturan pemerintah. Selain itu, pembayaran gaji ke tenaga kerja sudah ditransfer langsung dari sistem sehingga perusahaan hanya perlu memantaunya saja.

Fitur apa saja yang bisa didapatkan jika menggunakan sistem payroll dari Talenta? Perusahaan bisa memperoleh fitur kalkulasi payroll termasuk perhitungan pajak, BPJS, dan penghasilan tidak tetap. Selain hal itu, fitur lainnya adalah pembayaran payroll dengan berbagai pilihan bank.

Fitur lain yang ditawarkan di Talenta ini adalah laporan payroll dan juga payslip secara otomatis. Apabila perusahan tertarik, maka bisa memanfaatkan fitur uji cobanya secara gratis untuk menikmati layanan payroll ini. (*/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/