alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Mengenal Sistem Persediaan untuk Pendataan Stok yang Optimal

RADARSOLO.ID – Sistem persediaan bisa pula disebut dengan istilah pengelolaan inventaris. Istilah ini sebenarnya cukup familiar di dunia perusahaan atau lembaga dan instansi.

Sebab, inventaris tentu saja turut menjadi bagian pada sebuah perusahaan atau lembaga. Adanya inventaris ini tentu saja juga memerlukan pengelolaan khusus sehingga penggunaan inventaris bisa tepat dan sesuai kebutuhan.

Pada dasarnya pengelolaan inventaris merupakan suatu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan dengan tujuan memaksimalkan penggunaan inventaris di suatu perusahaan. Dengan adanya pengelolaan inventaris perusahaan ini, maka penggunaan inventaris diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi sebuah perusahaan. Tidak hanya itu, penggunaan inventaris di perusahaan juga diharapkan dapat meminimalkan kerugian yang bisa saja terjadi.

Apa Itu Sistem Persediaan?

Istilah inventory dalam bahasa Indonesia ialah persediaan. Dalam bisnis persediaan ini merupakan sebuah produk yang memiliki tujuan untuk dijual kembali dan menghasilkan keuntungan dalam suatu periode. Beberapa pengertian seputar persediaan dan sistem persediaan, seperti berikut:

Menurut Wikipedia.org, pengertian sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Sofyan Assauri dalam buku Marihot Manullang dan Dearlina Sinaga (2005:50), persediaan adalah sebagai suatu aktiva lancar yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha normal atau persediaan barang-barang yang masih dalam pekerjaan proses produksi maupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi.

Dapat disimpulkan secara umum bahwa sistem persediaan merupakan sebuah kesatuan proses pengaturan yang melibatkan komponen aktiva lancar seperti barang yang dimiliki oleh perusahaan dengan maksud dijual dalam suatu periode tertentu.

Strategi Sistem Persediaan

  1. Susun Perencanaan

Sebelum memulai bisnis, satu hal yang perlu Anda ketahui adalah menyusun perencanaan. Mulai dari konsep hingga strategi. Salah satunya adalah bagaimana mengelola manajemen persediaan.

Sering kali ditemukan dalam bisnis bahwa jumlah produk yang dikirimkan ke gudang ternyata berlebih. Akhirnya, karena strategi promosi kurang gencar, produk menjadi dead stock. Dampaknya, produk dijual murah.

Maka dari itu, hal-hal seperti di atas perlu dihindarkan. Kelola dengan baik dan efektif. Jika hal tersebut dilakukan, persediaan produk tidak lagi berlebihan atau bahkan kurang.

2. Ketahui Sistem Persediaan

Banyak pebisnis yang menganggap tak perlu detail dalam mengelola persediaan. Padahal, jika hal tersebut diabaikan, akan berdampak buruk pada perusahaan. Misal, produk bisnis adalah makanan ringan. Dalam produk seperti itu pasti ada masa kedaluwarsa. Nah, ini perlu diperhatikan karena jangan sampai menjadi stok yang sia-sia.

Oleh karena itu, pebisnis perlu mengecek secara berkala. Misal, tahu dan paham bahwa akan ada pengecekan setiap bulan, tiga bulan atau setahun. Hal ini untuk memastikan kejadian seperti yang telah disebutkan tidak terjadi lagi pada masa mendatang.

3. Buat SOP yang Matang

Jika bisnis Anda bergerak ke arah yang lebih besar, Anda harus menyiapkan orang terbaik untuk menjalankan bisnis. Misal, Anda perlu mencari supervisor yang menangani divisi-divisi tertentu seperti manajemen persediaan.

Maka dari itu, Anda perlu membuat SOP yang baik dan detail. Apa, kapan, dan bagaimana supervisor harus bersikap dan bertindak. Dengan hadirnya SOP, maka persediaan produk semestinya aman. Tidak ada lagi stok produk kosong atau berlebihan.

Begitu pula dengan pencatatan produk. Dari harga, ukuran, hingga jenis perlu dicatat dengan rapi. Hal ini untuk menghindari penumpukan produk.

  1. Jadwal Persediaan

Dengan mematuhi SOP yang ketat dan rapi, semestinya persediaan produk pun menjadi aman. Maka dari itu, untuk mengecek aman atau tidak, buatlah jadwal. Misal, kapan jadwal yang tepat untuk mengeluarkan persediaan produk dan menerima produk baru.

Jika jadwal dilaksanakan secara teratur, SOP berjalan, bisnis akan lebih berkembang. Sehingga akan berdampak pula pada peningkatan penjualan.

  1. Kategorikan Persediaan Barang

Seluruh stok barang di perusahaan Anda bisa digolongkan hingga menjadi beberapa macam kategori. Maka kategorikan barang Anda mulai dari sekumpulan barang atau stok yang perlu diperhatikan hingga yang tidak membutuhkan perhatian lebih. Maka Anda akan lebih mudah mengatur barang.

6. Aturlah Tingkat Stok Minimum

Pada dasarnya tingkat stok minimum bisa Anda tentukan dengan tepat. Penentuan ini bisa didasarkan pada berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjual suatu produk atau barang. Maka jika produk yang dijual cepat habis, tentunya Anda bisa mengisi ulang stok saat stok mulai berada di tingkat minimum yang telah ditentukan.

7. Gunakan Software Sistem Persediaan

Penggunaan software sistem persediaan untuk membantu perusahaan dalam melakukan sistem persediaan merupakan suatu pilihan yang tepat. Sebab, dengan adanya software maka Anda bisa melakukan stok barang dengan lebih optimal. Penggunaan software juga bisa membuat proses pengelolaan inventaris perusahaan bisa menjadi lebih praktis dan tentu saja optimal. Maka hasilnya akan menjadi lebih baik lagi.

8. Simpan Inventaris

Inventaris perusahaan bisa saja mengalami kerusakan. Atau bisa juga inventaris ini mengalami pembusukan. Hal ini bisa saja terjadi jika penyimpanan stok tidak dilakukan dengan tepat. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan penyimpanan stok dengan tepat. Simpanlah stok barang perusahaan di tempat yang memang dianjurkan untuk menyimpannya. Tempat penyimpanan yang layak akan menghindarkan stok Anda dari kerusakan.

9. Implementasi FIFO dan FEFO

FIFO merupakan singkatan dari First In First Out. Sedangkan FEFO merupakan singkatan dari First Expired First Out. Jadi FIFO menekankan adanya penjualan barang yang masuk ke gudang terlebih dahulu. Sedangkan FEFO lebih menekankan penjualan terlebih dahulu untuk produk yang paling cepat kedaluwarsa. Strategi ini tentu dapat membantu pengelolaan inventory di sebuah perusahaan. Maka, strategi ini perlu diterapkan di sebuah perusahaan.

10. Optimalkan pemesanan stok

Persediaan atau stok perlu diperhatikan secara lebih lanjut. Termasuk pula dalam hal pemesanan stok. Sebisa mungkin pemesanan stok dilakukan dengan lebih otimal. Untuk itu, Anda mungkin perlu memperkirakan perhitungan stok dengan tepat. Selain itu, perkiraan pembelian stok juga harus dialkukan dengan tepat. Tidak hanya itu, Anda juga harus memastikan bahwa pembayaran beberapa stok yang telah dibeli sudah beres.

11. Audit inventaris

Audit inventaris merupakan hal yang juga tak kalah penting untuk dilakukan. Sebaiknya hal ini dilakukan secara berkala atau secara teratur. Maka jumlah stok akan selalu sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

12. Rincian Anggaran

Tidak bisa dimungkiri bahwa anggaran menjadi hal krusial dalam bisnis. Tidak hanya melakukan strategi pemasaran melainkan juga mengelola manajemen persediaan.

Buatlah catatan dari pemasukan hingga pengeluaran. Selain itu, ketahui biaya lain-lain atau biaya tidak terduga. Hal ini untuk mengantisipasi biaya yang semestinya dapat dialihkan ke biaya lainnya.

RADARSOLO.ID – Sistem persediaan bisa pula disebut dengan istilah pengelolaan inventaris. Istilah ini sebenarnya cukup familiar di dunia perusahaan atau lembaga dan instansi.

Sebab, inventaris tentu saja turut menjadi bagian pada sebuah perusahaan atau lembaga. Adanya inventaris ini tentu saja juga memerlukan pengelolaan khusus sehingga penggunaan inventaris bisa tepat dan sesuai kebutuhan.

Pada dasarnya pengelolaan inventaris merupakan suatu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan dengan tujuan memaksimalkan penggunaan inventaris di suatu perusahaan. Dengan adanya pengelolaan inventaris perusahaan ini, maka penggunaan inventaris diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi sebuah perusahaan. Tidak hanya itu, penggunaan inventaris di perusahaan juga diharapkan dapat meminimalkan kerugian yang bisa saja terjadi.

Apa Itu Sistem Persediaan?

Istilah inventory dalam bahasa Indonesia ialah persediaan. Dalam bisnis persediaan ini merupakan sebuah produk yang memiliki tujuan untuk dijual kembali dan menghasilkan keuntungan dalam suatu periode. Beberapa pengertian seputar persediaan dan sistem persediaan, seperti berikut:

Menurut Wikipedia.org, pengertian sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Sofyan Assauri dalam buku Marihot Manullang dan Dearlina Sinaga (2005:50), persediaan adalah sebagai suatu aktiva lancar yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha normal atau persediaan barang-barang yang masih dalam pekerjaan proses produksi maupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi.

Dapat disimpulkan secara umum bahwa sistem persediaan merupakan sebuah kesatuan proses pengaturan yang melibatkan komponen aktiva lancar seperti barang yang dimiliki oleh perusahaan dengan maksud dijual dalam suatu periode tertentu.

Strategi Sistem Persediaan

  1. Susun Perencanaan

Sebelum memulai bisnis, satu hal yang perlu Anda ketahui adalah menyusun perencanaan. Mulai dari konsep hingga strategi. Salah satunya adalah bagaimana mengelola manajemen persediaan.

Sering kali ditemukan dalam bisnis bahwa jumlah produk yang dikirimkan ke gudang ternyata berlebih. Akhirnya, karena strategi promosi kurang gencar, produk menjadi dead stock. Dampaknya, produk dijual murah.

Maka dari itu, hal-hal seperti di atas perlu dihindarkan. Kelola dengan baik dan efektif. Jika hal tersebut dilakukan, persediaan produk tidak lagi berlebihan atau bahkan kurang.

2. Ketahui Sistem Persediaan

Banyak pebisnis yang menganggap tak perlu detail dalam mengelola persediaan. Padahal, jika hal tersebut diabaikan, akan berdampak buruk pada perusahaan. Misal, produk bisnis adalah makanan ringan. Dalam produk seperti itu pasti ada masa kedaluwarsa. Nah, ini perlu diperhatikan karena jangan sampai menjadi stok yang sia-sia.

Oleh karena itu, pebisnis perlu mengecek secara berkala. Misal, tahu dan paham bahwa akan ada pengecekan setiap bulan, tiga bulan atau setahun. Hal ini untuk memastikan kejadian seperti yang telah disebutkan tidak terjadi lagi pada masa mendatang.

3. Buat SOP yang Matang

Jika bisnis Anda bergerak ke arah yang lebih besar, Anda harus menyiapkan orang terbaik untuk menjalankan bisnis. Misal, Anda perlu mencari supervisor yang menangani divisi-divisi tertentu seperti manajemen persediaan.

Maka dari itu, Anda perlu membuat SOP yang baik dan detail. Apa, kapan, dan bagaimana supervisor harus bersikap dan bertindak. Dengan hadirnya SOP, maka persediaan produk semestinya aman. Tidak ada lagi stok produk kosong atau berlebihan.

Begitu pula dengan pencatatan produk. Dari harga, ukuran, hingga jenis perlu dicatat dengan rapi. Hal ini untuk menghindari penumpukan produk.

  1. Jadwal Persediaan

Dengan mematuhi SOP yang ketat dan rapi, semestinya persediaan produk pun menjadi aman. Maka dari itu, untuk mengecek aman atau tidak, buatlah jadwal. Misal, kapan jadwal yang tepat untuk mengeluarkan persediaan produk dan menerima produk baru.

Jika jadwal dilaksanakan secara teratur, SOP berjalan, bisnis akan lebih berkembang. Sehingga akan berdampak pula pada peningkatan penjualan.

  1. Kategorikan Persediaan Barang

Seluruh stok barang di perusahaan Anda bisa digolongkan hingga menjadi beberapa macam kategori. Maka kategorikan barang Anda mulai dari sekumpulan barang atau stok yang perlu diperhatikan hingga yang tidak membutuhkan perhatian lebih. Maka Anda akan lebih mudah mengatur barang.

6. Aturlah Tingkat Stok Minimum

Pada dasarnya tingkat stok minimum bisa Anda tentukan dengan tepat. Penentuan ini bisa didasarkan pada berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjual suatu produk atau barang. Maka jika produk yang dijual cepat habis, tentunya Anda bisa mengisi ulang stok saat stok mulai berada di tingkat minimum yang telah ditentukan.

7. Gunakan Software Sistem Persediaan

Penggunaan software sistem persediaan untuk membantu perusahaan dalam melakukan sistem persediaan merupakan suatu pilihan yang tepat. Sebab, dengan adanya software maka Anda bisa melakukan stok barang dengan lebih optimal. Penggunaan software juga bisa membuat proses pengelolaan inventaris perusahaan bisa menjadi lebih praktis dan tentu saja optimal. Maka hasilnya akan menjadi lebih baik lagi.

8. Simpan Inventaris

Inventaris perusahaan bisa saja mengalami kerusakan. Atau bisa juga inventaris ini mengalami pembusukan. Hal ini bisa saja terjadi jika penyimpanan stok tidak dilakukan dengan tepat. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan penyimpanan stok dengan tepat. Simpanlah stok barang perusahaan di tempat yang memang dianjurkan untuk menyimpannya. Tempat penyimpanan yang layak akan menghindarkan stok Anda dari kerusakan.

9. Implementasi FIFO dan FEFO

FIFO merupakan singkatan dari First In First Out. Sedangkan FEFO merupakan singkatan dari First Expired First Out. Jadi FIFO menekankan adanya penjualan barang yang masuk ke gudang terlebih dahulu. Sedangkan FEFO lebih menekankan penjualan terlebih dahulu untuk produk yang paling cepat kedaluwarsa. Strategi ini tentu dapat membantu pengelolaan inventory di sebuah perusahaan. Maka, strategi ini perlu diterapkan di sebuah perusahaan.

10. Optimalkan pemesanan stok

Persediaan atau stok perlu diperhatikan secara lebih lanjut. Termasuk pula dalam hal pemesanan stok. Sebisa mungkin pemesanan stok dilakukan dengan lebih otimal. Untuk itu, Anda mungkin perlu memperkirakan perhitungan stok dengan tepat. Selain itu, perkiraan pembelian stok juga harus dialkukan dengan tepat. Tidak hanya itu, Anda juga harus memastikan bahwa pembayaran beberapa stok yang telah dibeli sudah beres.

11. Audit inventaris

Audit inventaris merupakan hal yang juga tak kalah penting untuk dilakukan. Sebaiknya hal ini dilakukan secara berkala atau secara teratur. Maka jumlah stok akan selalu sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

12. Rincian Anggaran

Tidak bisa dimungkiri bahwa anggaran menjadi hal krusial dalam bisnis. Tidak hanya melakukan strategi pemasaran melainkan juga mengelola manajemen persediaan.

Buatlah catatan dari pemasukan hingga pengeluaran. Selain itu, ketahui biaya lain-lain atau biaya tidak terduga. Hal ini untuk mengantisipasi biaya yang semestinya dapat dialihkan ke biaya lainnya.

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/